Log in
BPKD_Pemkab_Aceh_Selatan.jpg

Kita dan New Normal Life


 

Wacana penerapan new normal life atau pola hidup baru di masa Covid-19 di Sumatera Utara oleh Pemprov Sumut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, dalam penilaian Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto, belum tepat dilaksanakan.

“Di beberapa negara lain, pelonggaran restriksi (pembatasan) sosial diberlakukan, karena jumlah kasus di negara mereka sudah berada di single digit setiap hari, sebelum new normal dijalankan,” kata politisi PKS yang dikenal vokal ini, menjawab wartawan, kemarin.

Pendapat yang dikemukakan Hendro Susanto di atas ada benarnya. Bahwa penerapan new normal life di Indonesia umumnya dan khususnya di Provinsi Sumatera Utara, bisa disebut sebagai sesuatu yang sangat riskan dan cukup mengkhawatirkan.

Pasalnya, perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara tidak mengarah pada terjadinya penurunan, malah cenderung mengalami kenaikan. Bahkan daerah yang sebelumnya masih zona hijau, seperti Kabupaten Karo, Batu Bara dan Serdang Bedagai, sudah ada ditemukan pasien positif corona.

Jika dianalogikan, new normal life ibarat berjalan atau tengah berada di hutan belantara, yang mengharuskan kita untuk senantiasa berhati-hati di setiap langkah, jangan sampai terpijak ular yang sedang lewat atau mungkin sedang mengintai. Bisa juga terdapat binatang buas di balik pepohonan serta ancaman lainnya.
Mungkin akan seperti itulah nanti hidup dalam sebuah terminologi yang disebut sebagai new normal atau mencoba untuk hidup normal kembali, sehingga ada juga yang menyebutnya dengan normalisasi, atau proses membuat hidup normal seperti semula.

Karena itu, kendati diperbolehkan keluar seperti ke mal, plaza, atau pajak tradisional, semua harus tetap waspada dalam melangkah, karena setiap geraknya, ibarat berjalan di tengah hutan. Memang belum disosialisasikan protokolnya, tetapi tak begitu jauh dengan situasi sekarang : memakai masker, jaga jarak, tidak bersalaman, tetap menghindari kepadatan (social and physical distancing).

Memang memasuki new normal life ini dipastikan akan sangat tidak nyaman. Namun, mungkin inilah pilihan sulit dari alternatif yang mesti ditempuh. Sebab, rakyat Indonesia sudah tidak betah lagi menjalani hidup tidak normal (stay and work from home). Rakyat Indonesia juga terbiasa dengan tradisi ngumpul-ngumpul dan ngobrol ngalor ngidul di warung kopi.

Karena itu, pada akhirnya demi memenuhi keinginan masyarakat yang ingin kembali hidup seperti sebelumnya (bisa bersekolah, berbelanja, melancong dan bekerja seperti biasa), new normal memang sesuatu yang sukar dielakkan. Mengiringi babak baru kehidupan pasca pandemi, kita harus tetap berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing, agar penularan virus ini tidak semakin merajalela.

Kita juga berharap di tengah kepasrahan dan upaya upaya protekif disertai imbauan pentingnya penguatan kebersamaan dalam memasuki fase kehidupan new normal ini, kiranya bangsa kita dapat melaluinya dengan baik, agar semuanya bisa melakukan recovery dan kembali hidup normal seperti sedia kala. Allahu a'lam bish-shawab...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C