Log in

Kita dan Ketidaksiapan Berdemokrasi


Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin menilai, peristiwa saling melapor menunjukkan ketidaksiapan berbeda pendapat atau berdemokrasi. Ia mengatakan fenomena saling melapor, termasuk pada hal ringan, menggambarkan peserta pemilu pemilihan umum (pemilu) belum siap menerima kritik. Alhasil, kritik dipandang sebagai upaya menjatuhkan lawan politiknya terutama di Pilpres 2019 mendatang. "Saya kira ini terkait dengan kedewasaan dalam berdemokrasi tampak belum ada kesiapan untuk berbeda pendapat dan menerima kritik," ujar Suhud saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (5/11).

Ia mengatakan hal ini seperti terjadi pada pelaporan terhadap Prabowo Subianto soal "tampang Boyolali". Sebelum melaporkan, ia menerangkan, seharusnya menonton video pernyataan Prabowo dengan utuh. Usai dilapor, kini giliran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pula yang melaporkan Bupati Boyolali Seno Samodro ke kepolisian dan Bawaslu. Seno dituding menyebut Prabowo dengan umpatan binatang dalam sebuah pidatonya. Penilaian yang disampaikan Suhud Aliyudin di atas benar adanya. Bahwa, ketika kita sebagai sebuah bangsa seharusnya semakin dewasa dalam berpolitik, karena sudah berpengalaman mengikuti dan melaksanakan pemilihan presiden (Pilpres), ternyata pada kenyataannya, cenderung mengalami kemunduran (set-back).

Harus diakui, situasi perpolitikan kita memang parah dalam beberapa tahun belakangan ini. Saat ini, seolah semakin mudah seseorang tersinggung serta semakin gampang menyulut kemarahan, sehingga banyak persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan damai, kemudian dilimpahkan ke pihak kepolisian. Sedikit-sedikit lapor. Merasa terganggu kepentingan politiknya, lapor. Merasa disudutkan, lapor. Begitulah kondisi yang terjadi di Tanah Air kita sekarang. Fenomena saling lapor ini, jelas membuat repot pihak kepolisian. Sebab, pada akhirnya pihak kepolisian pun bisa terimbas getahnya, karena dianggap tidak selalu memperlakukan sama (cepat menindaklanjuti) laporan-laporan tersebut.

Sebagai bahagian dari anak bangsa, tentunya kita hanya bisa merasa sedih dan prihatin melihat karut-marut negeri ini, yang disibukkan dengan kegiatan saling lapor sesama anak bangsa. Hal ini sekaligus sebagai tolok ukur, demokrasi kita tidak mengalami kemajuan, bahkan cenderung mengalami kemunduran. Yang mencuat dan dominan saat ini justru ketidaksiapan dalam berdemokrasi. Pasalnya, ketika banyak pihak tidak siap untuk berbeda pendapat serta tidak siap saat jagoannya dikritik, maka yang terjadi kemudian adalah sikap saling mendiskreditkan dan menjatuhkan. Fenomena saling lapor dan ketidaksiapan berdemokrasi yang tengah melanda negeri kita, tentu sangat membahayakan. Sebab, jika terus dibiarkan, hal ini akan melahirkan benih-benih kebencian, yang selanjutnya akan terjadi balas dendam politik, jika terjadi perubahan rezim penguasa. Menyedihkan...!(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px