Log in

Kinerja Lemah, Serapan Anggaran Rendah


Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, H Hendra Cipta SE menyatakan prihatin dengan fakta, masih rendahnya serapan anggaran di hampir semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemprovsu, yang berdampak kepada tidak optimalnya pencapaian berbagai program pembangunan bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Berdasarkan data realisasi SP2D per tanggal 30 Agustus 2019, realisasi belanja secara keseluruhan belum sesuai yang diharapkan atau masih cukup rendah. Masih banyak program dan kegiatan yang direncanakan belum terlaksana dengan semestinya, sehingga kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan lagi, utamanya dalam hal pelaksanaan program dan kegiatan.

Rendahnya serapan anggaran tersebut, merupakan cerminan dari lemahnya kinerja pimpinan OPD. "Kalau performance atau kinerja pimpinan OPD-nya memang kurang baik alias tidak becus, sebaiknya harus segera dievaluasi,"kata Hendra Cipta kepada andalas di ruang kerjanya, Rabu.

Persoalan rendahnya serapan anggaran di masing-masing OPD Pemprovsu itu memang sudah menjadi permasalahan klasik alias telah berulangkali terjadi dan cilakanya hingga kini belum juga bisa diatasi. Persoalan klasik ini dengan sendirinya berdampak pada meningkatnya sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA), yang setiap tahun jumlahnya mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Sebagaimana disinggung Hendra di atas, rendahnya serapan anggaran itu tidak lepas dari lemahnya kinerja para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprovsu. Minimnya terobosan dan improvisasi para pimpinan OPD atau kepala dinas inilah yang menjadi penyebab utama rendahnya serapan anggaran tersebut.

Kondisi ini jelas sangat disayangkan. Sebab pada akhirnya para pimpinan dan jajaran SKPD ini hanya bersemangat saat menyusun berbagai program dan mengajukan rencana anggaran saja. Namun, ketika program sudah disetujui dan anggaran pun sudah dialokasikan, justru yang terjadi selanjutnya adalah banyak agenda tidak terlaksana dengan tepat waktu. Akhirnya anggaran yang sudah disetujui pun tidak jadi dicairkan, karena berbagai tahapan realisasi proyek terlambat digulirkan.

Dalam perspektif upaya percepatan realisasi program pembangunan demi mewujudkan Provinsi Sumatera Utara yang bermartabat, lemahnya serapan anggaran ini jelas sangat disayangkan. Sebab dapat dipastikan visi misi Gubsu-Wagubsu tidak akan mungkin bisa terealisasi sesuai harapan kita bersama, jika tidak didukung oleh kinerja yang baik dan sarat dengan langkah-langkah inovatif dari segenap pimpinan OPD yang ada di Pemprovsu.

Karena itu salah satu alternatif yang mesti dilakukan Gubsu Edy Rahmayadi bersama Wagubsu Musa Rajekshah dalam memacu peningkatan serapan anggaran pada tahun berikutnya adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja para pimpinan SKPD tersebut. Mereka yang sudah mentok dan tidak bisa ditingkatkan lagi kinerjanya, harus segera diganti.

Dalam hal pentingnya sikap tegas melakukan evaluasi terhadap pimpinan OPD yang kinerjanya lemah ini, Gubsu Edy Rahmayadi harus bisa bersikap objektif dalam menilai kinerja anak buahnya. Siapa pun yang terbukti, tidak memiliki kompetensi, sudah seharusnya segera dilengserkan dari jabatannya. Pergantian pimpinan OPD tidak boleh dilakukan berdasarkan pertimbangan like or dislike dan tradisi pemberian upeti atawa gratifikasi.

Terkait dengan pentingnya optimalisasi serapan anggaran di semua organisasi perangkat daerah itu, diminta kepada pihak-pihak lain di luar pemerintahan tidak melakukan hal-hal dapat menjadi penyebab terjadinya pelambatan realisasi anggaran pembangunan.    

Di sisi lain, keberadaan aparat penegak hukum dan pengawasan, seperti BPK dan KPK, jangan sampai menjadi momok bagi para pejabat/pelaksana proyek, yang berimbas pada tidak maksimalnya realisasi program pembangunan. Monggo... (**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px