Log in

Ketika Bahagia Berujung Derita


Idrus Marham resmi mundur sebagai Menteri Sosial pada Jumat (24/8). Surat pengunduran diri sudah disampaikan Idrus ke Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada siang ini di Istana Negara.  Menanggapi pengunduran diri Idrus Marham tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memuji keberanian Idrus yang langsung mundur dari jabatannya karena ia merasa sudah menjadi tersangka kasus PLTU Riau 1. Hasto berpendapat, ia dan Idrus Marham sudah cukup lama berteman baik. Terutama ketika Idrus masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Saat mendengar kabar mundurnya Idrus sebagai Menteri Sosial, Hasto mengaku prihatin dan terkejut akan hal itu. Ia bahkan menyebut Idrus sebagai ksatria yang bertanggungjawab, karena memutuskan mundur sebelum KPK menetapkannya sebagai tersangka.

Hasto sah-sah saja menyebut Idrus sebagai sosok yang kstaria. Namun, bagi rakyat Indonesia, yang bersangkutan tetap akan dikenang sebagai menteri yang terpaksa menyatakan mundur, karena sebelumnya sudah mengetahui, dirinya akan ditetapkan sebagai tersangka. Dengan kata lain, sangat tidak tepat jika seseorang yang terlibat dalam kasus korupsi, masih juga dinyatakan bersikap ksatria. Justru, yang sebenarnya rakyat Indonesia merasa prihatin, karena dalam kapasitasnya sebagai seorang menteri, Idrus Marham tidak mampu mengemban amanah yang diberikan kepadanya dengan baik.

Lebih dari itu, apa yang dialami Idrus ini bisa disebut sebagai bahagia berujung derita. Sebab, dalam kehidupannya sehari-hari, dia beruntung memiliki istri yang jelita dan anak-anak yang masih kecil-kacil, karena terlambat mengakhiri masa lajangnya. Bisa dipastikan, kebahagiaan yang selama ini direguk istri dan anak-anaknya akan berubah seketika menjadi derita berkepanjangan. Sebab, seperti terlihat selama ini, yang namanya pejabat mengantongi status tersangka dari KPK, saat menjalani proses persidangan dan menerima ganjaran hukuman, rata-rata di atas lima tahunan.

Idrus Marham saat ini sudah berusia 56 tahun. Sejatinya, saat ini sudah berada di puncak karier politiknya. Karena itu, memang sungguh sangat disayangkan, kariernya yang sangat mentereng itu, harus berakhir dengan menyedihkan dan memprihatinkan. Padahal, perjalanan kehidupan Idrus selama ini sarat dengan cerita indah, yang seharusnya bisa menjadi cerminan dan teladan bagi generasi muda bangsa. Sebab, awal mula kehebatan suami Ridho Ekasari ini sudah terendus saat dia baru menginjakkan kaki di sekolah menengah, ketika dia dipercaya menjadi pimpinan OSIS.

Idrus juga aktif di Karang Taruna dan awalnya dikenal sebagai serorang akademisi, yang selanjutnya banting setir menjadi politisi. Dia kemudian sukses menjadi anggota MPR, DPR, dan puncaknya saat dipercaya menjadi Sekjen DPP Partai Golkar mendampingi Aburizal Bakrie. Cerita sukses Idrus seharusnya bisa menempatkannya menjadi seorang 'legenda' di ranah politik. Karenanya, sangat miris sekali jika di puncak karier plus ketika anak-istrinya sangat membutuhkan perhatiannya, dia harus mendekam di bumi. Bahagia pun berujung derita. Sungguh ironis...!(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 14 Dec 2018 27°C 22°C
  • 15 Dec 2018 29°C 21°C

Banner 468 x 60 px