Log in

Jubir Jangan Asal Bunyi


Farhat Abbas terus melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversi sejak dipercaya menjadi salah satu juru bicara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Terbaru Farhat mengungkapkan jika Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga. Sebaliknya bagi mereka yang tak memilih jokowi justru bakal masuk neraka. "Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga ! Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi ! Bakal Masuk Neraka ! ( jubir-Indonesia)," tulis farhat di akun instagramnya @farhatabbastv226.

Sontak unggahan ini memantik reaksi dari warganet. Dominan netter mengecam pernyataan Farhat itu. Sekjen PKB Abdul Kadir Karding juga menyampaikan teguran. Namun, Farhat tetap merasa tidak ada yang salah dari hal itu. "Salahnya di mana? Saya nggak nyebut nama Prabowo,"kata Farhat, Rabu (12/9). Pernyataan Farhat Abbas yang mengaku sebagai salah satu juru bicara pasangan Jokowi-Maaruf Amin itu, jelas asal bunyi (asbun) dan sangat bertentangan dengan akal sehat. Bagaimana mungkin, seorang Farhat bisa menggaransi seseorang akan masuk surga atau neraka, sementara dia sendiri belum tentu masuk ke surga.

Pernyataan kontroversial dan asal bunyi yang dilontarkan Farhat tersebut, jelas sangat merugikan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, yang tengah bekerja keras meyakinkan rakyat Indonesia agar kembali memilih Jokowi, di tengah terpuruknya rupiah, yang sudah menembus Rp15.000. Tidak cuma Farhat saja yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial yang terkesan asbun dan menimbulkan kegaduhan, jubir lainnya Ali Mochtar Ngabalin juga sering menyampaikan pernyataan yang sangat berani dan terkesan menimbulkan reaksi negatif banyak pihak.

Sebagai contoh statement Ali Mochtar Ngabalin yang berani menyimpulkan, gerakan tagar GantiPresiden2019 sebagai perbuatan makar. Kesimpulan dini membuat mantan Ketua MK Mahfud MD merasa perlu menyampaikan pendapat dan meluruskan pernyataan asbun Ngabalin tersebut. Mahfud MD menilai, tidak ada yang salah dari gerakan #2019GantiPresiden. Dia menegaskan gerakan itu tidak melanggar hukum apa pun."Menurut saya konstitusional saja. 2019 ganti presiden, 2019 Jokowi 2 periode, nggak apa-apa, itu sama isinya,"katanya.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu juga menegaskan, deklarasi #2019GantiPresiden tidak ada pelanggaran hukum. Yang melanggar hukum justru mereka yang melakukan persekusi terhadap orang-orang yang melakukan deklarasi. Kalau orang sekelas Mahfud saja sudah merasa perlu menyikapi pernyataan Ngabalin, itu bermakna lontaran yang disampaikan salah seorang jubir ini sudah tidak tepat sasaran alias tidak mengandung kebenaran. Jika jubir seperti Farhat Abbas dan Ali Mochtar Ngabalin tetap dipertahankan, dipastikan mereka akan merugikan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Sebab, sejumlah pernyataan mereka yang terkesan asbun, akan mengundang antipati dari banyak pihak. Untuk itu, tidak ada salahnya jika kedua jubir ini segera ditertibkan. Monggo....(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Sep 2018 28°C 23°C
  • 22 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px