Log in

Jubir Capres Harus Lebih Berkelas


Politikus Fahri Hamzah mengkritik juru bicara dua kubu pada Pilpres 2019, yakni kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bagi Fahri, jubir dua kubu tersebut tidak canggih. "Ya terus terang saja, saya bisa mengatakan juru bicara kedua belah pihak ini nggak ada yang canggih. Baik petahana atau penantang ini kedua-duanya juru bicaranya nggak ada yang canggih. Itu nggak berkelas itu. Nggak berkelas jubir-jubirnya itu," kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10). Pernyataan Fahri menanggapi isu tentang komentar salah satu jubir terkait survei Pilpres 2019 dan membandingkannya dengan Pilgub DKI Jakarta. Bagi Fahri, masa lalu tak usah terus diungkit. "Sekarang ke tengah dong, kita berdebat konten, berdebat program, berdebat rencana. Jangan tiru hal-hal yang insidentil dan nggak baik. Nanti jadi masalah," katanya.

Penilaian yang disampaikan Fahri Hamzah tersebut, agaknya bukan mengada-ada. Sebab, dalam perkembangannya, pernyataan-pernyataan yang muncul dari kedua jubir capres, belakangan ini, terkesan sama-sama saling serang antara kedua belah pihak. Seperti terlihat selama ini, ketika salah satu jubir capres berbicara tentang suatu permasalahan, maka akan muncul tanggapan dari pihak jubir lain, yang cenderung menyalahkan apa yang disampaikan jubir pihak sebelah. Dengan kata lain antara kedua belah pihak, lebih cenderung saling serang.

Ketika para jubir ini sibuk saling serang, pada akhirnya sejumlah persoalan bangsa yang krusial, misalnya masalah penanganan korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, terkesan tidak lagi menjadi permasalahan yang seharusnya menjadi concern kita bersama. Demikian juga persoalan lain yang juga menjadi permasalahan serius bangsa kita saat ini. Yakni tetap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang dipastikan berimbas pada semakin karut marutnya perekonomian bangsa kita. Nah, sebagaimana disampaikan Fahri Hamzah di atas, seharusnya para jubir kedua capres, lebih fokus pada pembahasan terhadap permasalahan-permasalahan yang tengah dihadapi bangsa kita, sekaligus berupaya menawarkan alternatif solusi dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut, jika capres yang mereka usung berhasil memenangkan Pilpres nanti.

Dengan kata lain, kita hendak menekankan di sini, persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini, bukan sekadar siapa yang akan menjadi presiden pada lima tahun mendatang. Tapi, lebih dari itu, bagaimana presiden terpilih nanti, mampu mengatasi permasalahan krusial yang dihadapi bangsa ini. Yakni, bagaimana agar kegaduhan politik yang berlangsung terus-menerus di tengah bangsa ini bisa segera diakhiri, dan harmoni di tengah rakyat kita bisa diwujudkan menjadi lebih baik dan kesejahteraan rakyat Indonesia dapat lebih ditingkatkan.(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 97%

Wind: 4.83 km/h

  • 13 Dec 2018 26°C 23°C
  • 14 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px