Logo
Print this page

Jangan Meminta- Minta Jabatan


Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, partainya tidak meminta-minta kursi menteri kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Airlangga mengatakan, masalah pemilihan menteri di kabinet pemerintah mendatang adalah hak istimewa Jokowi.

"Tidak minta berapa-berapa, karena ini bukan persoalan berapa, tetapi sesuai kompetensi dan kebutuhan dari pemerintah. Kami tidak minta kursi tertentu. Tergantung kebutuhan saja, itu hak prerogatif Presiden," tegasnya di sela-sela Kongres Diaspora Indonesia ke-5 "The Fifth Congress of Indonesian Diaspora" (CID-5), kemarin.

Saat ditanyakan apakah partainya mengincar posisi Menteri tertentu, Airlangga kembali menegaskan partainya tak melakukan hal itu. Menurutnya, Partai Golkar menerima posisi menteri sesuai penugasan dari presiden. "Kami tidak mematok angka tapi menyiapkan kader di masing-masing bidang yang nanti bisa sesuai program pemerintah sampai 2024 nanti," ujarnya.

Pernyataan yang disampaikan Airlangga di atas sudah benar. Bahwa, jabatan itu tidak perlu diminta-minta, karena dia merupakan amanah. Sebagaimana pernah dialami Abu Dzar al-Ghifari, yang bertanya kepada Nabi. "Ya Rasulullah, mengapa kau tak memberi jabatan apa-apa kepadaku?" Sambil menepuk bahu sahabatnya yang zuhud itu, Nabi menjawab, "Hai Abu Dzar, kau seorang yang lemah, sedangkan jabatan itu adalah amanah".

Sebagai amanah, sabda Rasulullah SAW, jabatan kelak pada hari kiamat hanya akan mengejawantah menjadi sebuah penyesalan dan kehinaan, kecuali bagi orang yang dapat menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya (HR Muslim).

Sabda Nabi itu tidak hanya untuk Abu Dzar, tetapi untuk umatnya. Nadanya seperti mengancam, tapi seorang Nabi peduli pada umatnya itu sedang mewanti-wanti. Ada tiga kriteria pejabat (pemikul jabatan) yang tersembunyi dalam pesan di atas yaitu: amanah, mengambil dengan benar, dan menunaikan dengan baik.
Kriteria di atas tidaklah sederhana.

Sebab, pejabat dalam gambaran Nabi adalah pekerja bagi orang banyak, bukan sekadar penguasa. Dan pekerja seperti digambarkan oleh Alquran haruslah orang yang kuat dan terpercaya. "Sesunguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya," (QS al-Qashas 26).

Dalam konteks semakin ramainya kesibukan dan manuver elite partai politik menjelang penyusunan anggota kabinet yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, kita berharap kiranya semua pihak tetap adem dan tenang-tenang saja. Biarkanlah presiden sebagai pemegang otoritas (hak prerogatif) menyusun dan memilih siapa saja yang dianggapnya layak menjadi pembantunya di kabinet.

Sebagaimana disinggung di atas, mereka yang meminta-minta jabatan, lazimnya akan cenderung menggunakan jabatan itu untuk kepentingan pribadi dan kelompok, dan bukan demi kepentingan rakyat. Mereka yang tidak amanah dalam mengemban jabatan, dipastikan akan menuai penyesalan di kemudian hari, karena jabatan yang disandangnya membawa dirinya ke jalan kesesatan.

Sudah banyak buktinya, orang-orang yang sangat ambisius dalam mengejar jabatan, terpuruk dalam penderitaan dan kesedihan. Sebab, jabatan yang dipegangnya telah membuat dirinya terjerumus ke dalam perilaku menyimpang, memanfaatkan jabatan tersebut untuk mengeruk kekayaan dan terlibat korupsi, yang membuatnya ketangkul pihak aparat penegak hukum.

Karena itu, soal siapa dan berapa posisi menteri yang akan diberikan Presiden Joko Widodo kepada partai politik yang telah berjasa mengantarnya terpilih kembali, biarlah itu menjadi wewenang penuh sang presiden untuk memilih dan memutuskannya. Orang-orang yang direkomendasikan parpol pendukung memang patut dipertimbangkan. Namun, sosok yang mumpuni, profesional, jujur dan kredibel, harus tetap dijadikan sebagai acuan utama dalam memercayai seseorang menyandang sebuah jabatan. Monggo...(**)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com