Log in

Jangan Ikut Perkeruh Suasana


Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Fahira Idris melalui Komandan Wilayah Jakarta Timur Bang Japar Musa Marasabessy, Selasa (5/12) resmi melaporkan pemilik akun @dhefhoyama atas beberapa cuitannya yang menghina Nabi Muhammad SAW ke Bareskrim Polri. Atas laporan penghinaan Nabi Muhammad oleh akun @dhefhoyama di twitter ke polisi, Fahira meminta pemilik akun tersebut atas nama David Nicolas menyerahkan diri. Karena menurutnya, cicitannya yang begitu kasar menghina Nabi Muhammad, harus dilaporkan ke polisi dan masuk ke proses hukum. "Apa yang dia lakukan bukan hanya melanggar hukum tetapi juga berbahaya bagi bangsa ini jika didiamkan begitu saja. Bukti semua sudah lengkap, saya harap polisi bergerak cepat memproses aduan ini dan saya mengimbau kepada pemilik akun @dhefhoyama segera menyerahkan diri ke polisi," ujar Fahira.

Suka atau tidak suka, harus diakui memang terdapat suasana yang kurang kondusif di negara kita belakangan ini, yang tidak tertutup kemungkinan akan memicu terjadinya kekisruhan meluas, jika tidak segera ditangani dengan baik dan benar. Sangat aneh, di tengah kemajuan peradaban dan teknologi, masih juga ada yang menghina Nabi. Selain itu, belakangan ini juga masih marak kecenderungan saling hujat serta munculnya berita-berita di media sosial yang menjurus pada fitnah dan kebohongan. Cilakanya, rakyat tidak mendapatkan informasi yang tegas dan jelas, seputar tindak lanjut dari penanganan terhadap berita-berita menjurus hoax tersebut. Menyikapi maraknya hoax tersebut, pemerintah melalui Kementerian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia telah melaksanakan sejumlah langkah konkret, dengan melakukan pemblokiran terhadap beberapa media online dan situs yang dianggap berpotensi menyebarkan berita hoax serta ajakan yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.

Namun, kebijakan Kementerian Informasi dan Komunikasi ini dinilai belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan sebenarnya. Sebab, muncul tudingan pihak Kemenkoinfo dinilai terlalu buru-buru dalam melakukan tindakan blokir terhadap situs dan media online, yang dianggap tidak memiliki konten yang dapat merusak moral bangsa dan mengancam integritas nasional. Di sisi lain, belakangan ini juga semakin terasa semakin menguatnya kembali pengkotak-kotakan di kalangan anak bangsa. Pengkotak-kotakan ini bisa berdasarkan agama, suku dan juga aliansi politik. Kondisi ini jelas sangat mengkhawatirkan kita bersama. Sebab, kebersamaan di tengah kebhinekaan yang selama ini dengan susah payah dibangun para foundhing father negeri ini, kembali mendapat ujian berat. Terkait dengan kondisi negeri kita yang cenderung semakin mengkhawatirkan tersebut, kita hanya bisa mengimbau semua pihak, hendaknya dapat menahan diri dan tidak terlibat dalam tindakan grasa-grusu serta suka mengumbar pernyataan-pernyataan yang dapat memperkeruh suasana.

Dalam konteks inilah, pemerintah seharusnya berada di garda terdepan dalam merajut kembali, semangat kebersamaan yang telanjur terancam pecah itu, dengan merangkul semua pihak dan mengundang semua potensi yang ada di negeri ini, untuk duduk bersama mencari solusi mengatasi persoalan bangsa tersebut. Selain itu, aparat penegak hukum diharapkan dapat memberikan jaminan rasa aman kepada rakyat, dan jangan sampai dinilai bertindak tebang pilih dalam menindaklanjuti sejumlah persoalan hukum, termasuk mereka yang dianggap menghina Nabi. Sebab, jika penegakan hukum tidak benar-benar dilaksanakan berdasarkan prinsip equality before the law, hal itu juga dapat menjadi penyebab semakin keruhnya suasana.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 11 Dec 2017 28°C 23°C
  • 12 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px