Log in

Jangan Biarkan Ramadhan Pergi Tanpa Kesan


Pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini sudah memasuki minggu ketiga dan tidak terasa akan segera berakhir. Ramadhan memang selalu setia mengunjungi umat Islam saban tahun. Tetapi, acapkali pula Ramadhan datang dan pergi begitu saja, tanpa kesan yang berarti.

Ramadhan, ada apa denganmu? Tentu, bisa dipastikan, tidak ada yang salah dengan keberadaan bulan suci Ramadhan. Tidak ada pula yang keliru di balik perintah menjalankan kewajiban berpuasa bagi umat Islam di bulan Ramadhan tersebut.

Cuma saja para hambaNya, yang sering lalai dan sekadar menjadikan Ramadhan sebagai sebuah rutinitas musiman belaka. Ramadhan belum sepenuhnya sukses membuat umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, benar-benar tampil sebagai pemenang (muttaqin) pasca Ramadhan.

Puasa di bulan Ramadhan setiap setahun sekali, sejatinya bertujuan supaya segenap umat Islam di seantero jagad, bisa mengejawantah menjadi sosok hamba Allah yang laallakum tattaquun (menjadi orang yang bertakwa), atau lebih berakhlak karimah dibanding sebelumnya.

Orang-orang yang bertakwa (muttaqin) itu sejatinya takut kepada Sang Khaliq, Allah azza wa jalla. Rasa takut (khauf) tersebut tentunya ditandai dengan munculnya kesadaran dalam menjalankan perintah Sang Maha Pencipta, Allah SWT serta menjauhi segala laranganNya (amar makruf nahi munkar).

Tetapi, pada kenyataannya, sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh dan beratus-ratus tahun umat Islam di seantero jagad menjalankan ibadah puasa, kualitas iman dan akhlak mereka masih begitu-begitu saja alias tidak pernah memiliki rasa was-was dan takut saat melanggar perintah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Karenanya, wajar jika muncul pertanyaan, Ramadhan, ada apa denganmu? Mengapa Ramadhan belum juga mampu mengubah kualitas keimanan seseorang menjadi lebih baik. Tentu, semua itu bukanlah kesalahan Ramadhannya, melainkan karena kekeliruan kita dalam menghayati makna esensial dan substansial yang terkandung di dalam perintah berpuasa tersebut.

Dengan kata lain, keberadaan bulan Ramadhan belum mampu membentuk seseorang menjadi hamba Allah yang muttaqin, karena kebiasaan kita selama ini, puasa dijalankan hanya sebagai rutinitas belaka, alias bukan berawal dari sebuah kesadaran dan ketulusan dalam menjalankan setiap perintahNya.

Karena itu, jika seseorang ingin menjadi orang yang lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya, maka jangan biarkan Ramadhan datang dan pergi, tanpa kesan. Bulan Ramadhan harus benar-benar dimanfaatkan sebagai momentum investasi nilai-nilai kebajikan melalui qiyamul lail dan memperbanyak sedekah. Allahu a'lam bisshawab...! (**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C