Log in

Jadi Pemimpin itu Tak Gampang


Belakangan ini mencuat kontroversi seputar pernyataan kandidat petahana (Jokowi), tentang politisi sontoloyo, serta pernyataan kandidat oposisi, Prabowo Subianto tentang 'tampang Boyolali'. Terkait hal ini, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menyatakan, jabatan presiden bukanlah jabatan yang gampang. Sebab, seorang presiden memiliki tanggung jawab yang besar.

Dengan pengertian itu, masyarakat diharapkan tidak selalu menyalahkan presiden terkait pengelolaan negara. "Saya tidak menyalahkan Pak Jokowi. Memang tidak gampang menjadi presiden. Jangan saling menyalahkan. Biar itu Presiden Megawati, Presiden SBY, Presiden Jokowi, semua sudah berusaha bekerja dengan baik,"katanya. Dia lalu membandingkan dengan negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, China, dan negara maju lainnya yang membutuhkan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun, untuk menjadi negara maju.

"Saya hanya 10 tahun jadi presiden, sekarang Pak Jokowi, gak akan mungkin bisa dalam sekejap menjadikan Indonesia negara maju seperti negara lainnya. Butuh waktu berkelanjutan. Kita dukung pemimpin negara siapa pun orangnya, sekarang Pak Jokowi, nanti siapa, kita dukung,"kata SBY. SBY benar, menjadi presiden dan mengemban amanah sebagai pemimpin, bukanlah pekerjaan yang mudah. Tidak cuma menjadi presiden, menjalankan kepercayaan rakyat sebagai kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) bahkan sekadar berstatus sebagai kepala lingkungan saja pun, tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Kalau SBY yang sudah 10 tahun menjabat sebagai presiden saja mengakui betapa sukarnya mengelola negara, sementara Jokowi sudah empat tahun berstatus sebagai Presiden RI. Wajar juga jika mantan Wali Kota Solo ini masih kerap menghadapi berbagai kritikan. Munculnya sejumlah kritikan terhadap gaya dan kebijakan Jokowi dalam mengelola negara, merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikonotasikan sebagai ujaran kebencian (hate speech). Justru Jokowi harus menjadikannya sebagai penguat tekadnya untuk berupaya membuktikan, mampu mengemban tugas dengan baik.

Tentu keberhasilan dalam memimpin sangat tergantung pada niat awal seseorang, saat hendak mengincar jabatan tersebut. Selama ini, banyak pemimpin (kepala daerah) tidak cuma gagal dalam mengelola pemerintahan dengan baik, pun juga berujung pada dijebloskannya yang bersangkutan ke balik jeruji besi, karena terlibat korupsi. Para pemimpin (kepala daerah) yang gagal total dan harus merelakan masa tuanya di hotel prodeo tersebut, tiada lain karena niat awal (nawaitu)-nya saat mengincar kursi kekuasaan, lebih didominasi ambisi pribadi dan gengsi, serta sama sekali tidak memiliki keinginan untuk berbuat dan bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan rakyat.

Presiden Jokowi juga bisa menghadapi trouble pada masa kepemimpinannya yang sudah hampir berakhir ini, jika dalam implementasi kebijakannya lebih didominasi kepentingan pribadi, politik balas budi serta merelakan dirinya terus-menerus diintervensi sekutu politiknya. Sebaliknya, semua akan berjalan lancar dan tidak sesulit sebagaimana disebut SBY, jika Presiden Jokowi dan segenap pemimpin di negeri tercinta ini, benar-benar ikhlas mengabdi dan bertekad mengelola negara dan jalannya pemerintahan, hanya demi dan untuk menyejahterakan rakyat. Begitulah...(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px