Log in

Hormati Pilihan Rakyat


Kemarin, 17 April 2019, rakyat Indonesia menggunakan haknya untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR-RI, DPD, DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Menjelang dan saat pencoblosan berlangsung, sangat banyak mencuat dinamika, yang menggambarkan betapa panasnya rivalitas dalam pemilihan, khususnya di ajang Pilpres.

Bahkan terdapat kesan, seolah rakyat Indonesia terbelah antara pendukung capres 01 di satu pihak dan pendukung capres 02 di pihaklain. Begitu hebatnya dinamika itu, sehingga di media sosial misalnya sangat terasa, betapa bersemangatnya masing-masing pendukung untuk mendukung dan memenangkan kandidat yang dijagokannya.Begitu juga dengan  rivalitas antar calon legislatif juga sangat kuat.

Bahkan,demi ambisi untuk mendulang sebanyak-banyaknya, beberapa caleg menjadi korban operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas kepolisian, karena ditengarai melakukan praktik menghalalkan segala cara (money politic) untuk meraih suara terbanyak.

Terkait dengan memanasnya situasi tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, merasa perlu menyampaikan pesan menjelang Pemilu 2019 kepada masyarakat dan penyelenggara pemilu. Zulkifli mengingatkan penyelenggara pemilu untuk berpedoman kepada Undang-Undang Dasar 1945.

"Saya sampaikan sebagai ketua MPR kepada seluruh rakyat Indonesia, penyelenggara pemilu, Pasal 22E UUD menyatakan pemilu itu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Kalau itu kita laksanakan hasilnya damai dan legitimate," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta, Senin.

Karena itu, Zulkifli meminta KPU, Badan Pengawas Pemilu, dan aparat keamanan bergotong royong menciptakan pemilu yang luber jurdil itu.Zulkifli mengatakan, pemilu bukan perang, melainkan kontestasi untuk mencari pemimpin negara. Oleh karena itu, prosesnya harus dilaksanakan dengan baik tanpa kecurangan.

"Kita bukan perang tetapi memilih pemimpin di antara kita yang terbaik. Kalau diselesaikan dengan baik, Insya Allah pemilu ini bisa legitimated," kata dia.      

Peringatan yang disampaikan Zulkifli Hasan di atas benar adanya. Bahwa, Pemilu bukanlah ajang peperangan,melainkan pesta demokrasi.Pemilu sejatinya hanyalah ajang untuk memilih pemimpin nasional lima tahun ke depan, ditambah dengan pemilihan para wakil rakyat di DPR-RI, DPD, DPRD provinsi dankabupaten/kota.    

Karena itu, kita mengingatkan kepada semua pihak, utamanya para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden kiranya menghormati apa pun pilihan rakyat Indonesia. Siapa pun nanti dinyatakan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia lima tahun mendatang, harus kita terima dan hormati bersama.

Dengan kata lain, jika terdapat ketidakpuasan terhadap hasil perhitungan suara yang diumumkan pihak yang berwenang (KPU), maka sudah ada prosedur untuk menyampaikan keberatan dan tuntutan, yaitu melalui Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

Jadi,tidak perlu dilakukan atau digerakkan perlawanan rakyat (people power) untuk menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu, khususnya Pilpres.Harus diingat, vox populi vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan).

Karenanya, mari sama-sama kita hormati aspirasi dan pilihan rakyat, betapapun pahit hasilnya. Semua pihak harus legawa, tidak jemawa saat meraih kemenangan dan tidak perlu sedih kala menderita kekalahan. Monggo...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px