Log in

Hoaks Makin Parah dan Membabibuta


Beredarnya isu Presiden ketiga Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia, pada Selasa (10/9) dinihari, dipastikan merupakan berita bohong (hoaks) atau tidak benar. Salah satu sumber Antara terpercaya di lokasi perawatan Habibie di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa pagi, menolak kabar yang awalnya beredar di media sosial tersebut.

"Alhamdulillah beliau (Habibie) masih diberikan usia. Hanya masih dibantu alat pernafasan,"kata sumber yang enggan disebut namanya, Selasa.

Ia sekaligus menampik kabar bahwa Habibie telah mangkat pada Selasa dinihari. Sebelumnya, beredar informasi Presiden ketiga Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Selasa dinihari. Informasi tersebut beredar melalui pesan dalam sosial media Facebook. Kemudian pesan disebarkan lebih jauh lagi melalui aplikasi obrolan elektronik Whatsapp, oleh orang-orang yang membaca pesan tersebut di Facebook.

Penyebaran berita hoaks seputar meninggalnya BJ Habibie melalui grup WA dan fesbuk ini memang sangat disayangkan. Tidak sepatutnya sosok BJ Habibie, sebagai salah seorang ilmuwan legendaris internasional dan tokoh nasional sekaligus menjadi figur teladan bagi rakyat Indonesia, dijadikan sebagai objek hoaks.

Memang benar, Pak Habibie tengah dirawat dan dalam kondisi sakit. Menyangkut kondisi terkini sang mantan presiden kita tersebut, seharusnya pihak keluarga dan orang-orang berkompetenlah yang seharusnya menyampaikan perkembangan kesehatan beliau dan tidak boleh seenaknya menyampaikan kabar melalui media sosial mengenai sesuatu yang belum mengandung kepastian.

Beberapa bulan lalu, banyak yang mengeluhkan seputar berseliwerannya berita-berita hoaks menjelang dan selama perhelatan Pilpres dan Pemilu 2019. Ternyata, usai perhelatan pesta demokrasi tersebut, penyebaran hoaks tak kunjung reda, bahkan kini semakin parah dan membabibuta. Sebab, sosok yang dikenal baik dan dikagumi banyak kalangan (Habibie) pun dijadikan sasaran hoaks.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di benak kita, apa sih untungnya menyebar berita bohong seputar BJ Habibie meninggal dunia ? Tentu sangat sukar dicerna dan dipahami melalui akal sehat, mengapa soal kesehatan mantan presiden tersebut pun dijadikan sebagai objek hoaks, yang menyebabkan banyak orang semakin frustrasi dan terjerembab dalam sikap apatisme.

Hoaks yang semakin parah dan membabibuta itu akan berdampak pada munculnya ketidakpastian dan kegalauan di tengah rakyat Indonesia. Sebab, ketika muncul sebuah informasi mengenai sesuatu hal di media massa, apakah itu melalui fesbuk, twitter, grup whatsapp, kendati mengandung kebenaran, masyarakat tidak akan percaya begitu saja, karena selama ini sudah terlalu sering dicekoki dengan berita-berita bohong.

Terkait dengan tetap gencarnya penyebarluasan berita-berita hoaks tersebut, kita berharap pihak berkompeten di negeri ini, yaitu Kementerian Informasi dan Komunikasi serta pihak kepolisian, supaya tetap meningkatkan kewaspadaan sekaligus melakukan antisipasi dan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat sebagai pemasok berita-berita yang tidak mengandung kebenaran tersebut.

Di sisi lain, kita mengimbau segenap masyarakat, utamanya yang banyak terlibat di dalam grup whatsapp supaya tidak mudah terpancing dan ikut-ikutan menyebarluaskan sebuah informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga harus bisa meningkatkan daya tangkal dan kepekaan (sensor) sendiri, untuk meneliti terlebih dahulu, informasi-informasi yang kerap dishare melalui grup WA, yang banyak di antaranya merupakan hoaks dan berita-berita yang menjurus pada upaya menyulut api kebencian. Monggo..(**)   

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px