Log in

Heboh Kunjungan Raja Salman


Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Tak tanggung-tanggung, pemimpin Arab Saudi tersebut membawa rombongan dengan jumlah yang cukup besar, yakni kurang lebih 1.500 orang yang di antaranya 10 menteri dan 25 pangeran. Kunjungan kenegaraan pertama Arab Saudi setelah 47 tahun yang lalu ini menunjukan bahwa negeri minyak tersebut tengah membutuhkan peningkatan kerja sama dengan Indonesia.

Menurut pengamat hubungan internasional Alex Jemadu, lawatan kenegaraan ini menjadi momen penting baik bagi Arab maupun Indonesia. "Itu penting baik bagi Arab maupun Indonesia," kata Alex, Ahad (26/2). Disebutkan, di sektor perekonomian, Arab Saudi menilai pertemuan ini menjadi momen untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia. Kunjungan Raja Salman ke Indonesia memang terkesan memicu kehebohan. Tentunya, kehebohan ini dipicu oleh banyaknya rombongan yang menyertai kunjungan Sang Raja, serta kedatangannya yang kabarnya membawa enam pesawat penumpang serba mewah.

Sebenarnya berbagai kemewahan yang seolah sudah menjadi ciri yang melekat dalam keseharian keluarga Kerajaan Arab Saudi itu, tidak perlu terlalu dipersoalkan. Sebab, negara ini memang dikenal sangat kaya raya dan rakyatnya pun hidup dalam kemakmuran. Kharisma Raja Salman ini juga sepertinya telah menimbulkan 'kehebohan' tersendiri di kalangan pemerintahan kita, sehingga mau tak mau, berbagai persiapan melibatkan para petinggi negeri pun, sudah dilakukan jauh-jauh hari, dengan harapan selama berada di Tanah Air kita, Raja Salman dan rombongan merasa betah dan terkesan.

Selain itu, Pemerintah Indonesia tentunya sangat berkepentingan kepada Raja Salman. Sebab, dengan kekayaannya yang melimpah, Indonesia sangat berharap agar para pengusaha dari negeri Timur Tengah ini berkenan melakukan investasi besar-besaran di negara kita. Di sisi lain, Indonesia notabene merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di belahan bumi. Karenanya, sangat wajar jika Raja Salman memiliki keinginan berkunjung ke Indonesia, sekaligus mendatangi masjid termegah di Asia Tenggara, Istiqlal.

Kita berharap, kunjungan Raja Salman bersama rombongan, hendaknya tidak lebih ditonjolkan hal-hal yang dianggap mencerminkan statusnya sebagai raja yang bergelimang dengan kemewahan, melainkan lebih mengarah pada sejauhmana upaya dan lobi pemerintahan kita, agar kunjungan itu bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi upaya mendukung percepatan pembangunan di negara kita. Kunjungan Raja Salman sejatinya merupakan hal yang biasa saja, sebagaimana layaknya kunjungan para pemimpin dunia lainnya ke negara kita. Agaknya, yang membedakannya, adalah jumlah rombongan dan lama kunjungan.

Apa pun yang mendasari kunjungan itu, Indonesia sebenarnya beruntung mendapat giliran dikunjungi. Sebab, kunjungan ini dipastikan akan menjadi sorotan dunia, dan kita bisa mendapatkan sejumlah value added dari situ. Selamat datang, Tuan Salman...(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 14 Nov 2018 27°C 22°C
  • 15 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px