Log in

Gaji Besar Tak Jamin Kinerja Membaik


Pengamat politik dari Statesmanship and Political Campaign Pusat Kajian Kebijakan Independen (Para Syndicate), Toto Sugiarto menilai, permintaan kenaikan gaji bagi anggota DPRD guna menghindari praktik korupsi sangat berbahaya.

Pasalnya, alasan tersebut dapat dimaknai bahwa korupsi adalah hal yang lumrah dilakukan anggota DPRD. "Berbahaya, pernyataan ini menyiratkan, dalam kondisi gaji sekarang, mereka (anggota DPRD) wajar korupsi," ujar Toto, belum lama ini.

Menurut Toto, tidak akan menjadi jaminan jika gaji ditingkatkan lantas korupsi akan hilang di kalangan anggota DPRD. Pasalnya, sejak lama hingga hari ini masih saja terjadi korupsi."Keserakahan itu tidak ada batasnya, anggota DPR yang gajinya selangit pun tetap banyak yang melakukan korupsi,"katanya.

Penegasan yang disampaikan Toto Sugiarto di atas sangat tepat dan tak terbantahkan. Bahwa, selama ini sudah terbukti, kualitas kinerja anggota DPR/D sama sekali tidak ditentukan seberapa banyak gaji dan tunjangan yang diberikan kepada mereka.

Terbukti, ketika honor anggota DPR-RI telah dinaikkan, dan kini sudah mencapai ratusan juta sebulan, ternyata kinerja mereka masih tetap begitu-begitu saja alias belum sesuai dengan ekspektasi rakyat. Bahkan, setiap periode, ada saja yang kesandung kasus korupsi.

Munculnya keluhan anggota DPRD seputar honor dan tunjangan yang dianggap kurang memadai itu, sehingga membuat mereka merasa sah-sah saja melakukan sesuatu yang 'melenceng' dari ketentuan hukum, demi menutupi kekurangan gaji dan tunjangan tersebut.

Padahal, sebagaimana disinggung di atas, persoalan krusial yang melanda DPRD se-Indonesia sekarang, utamanya berkaitan dengan kinerjanya sebagai pengemban aspirasi rakyat, yang dinilai masih sangat mengecewakan, sama sekali tak berhubungan dengan gaji.

Permasalahan dihadapi DPRD provinsi, dan kabupaten/ kota saat ini sejatinya lebih bermuara pada kualitas SDM dan mentalitas dari para wakil rakyat itu sendiri. Dengan kata lain, banyak wakil rakyat yang sejatinya tidak layak menjadi anggota DPRD.

Mereka tidak layak menjadi anggota dewan, selain tidak didukung latar belakang pendidikan yang memadai, juga karena sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk belajar meningkatkan kualitas pemahamannya terhadap tupoksinya sebagai wakil rakyat.

Nah, sebelum terdapat upaya serius dari pihak partai politik melakukan seleksi lebih ketat terhadap para caleg yang akan disiapkan menjadi wakil rakyat. Agaknya selama itu pula rencana menaikkan gaji dan tunjangan anggota dewan, belum perlu dilakukan.

Pasalnya, ketika gaji para anggota dewan itu telah dinaikkan, niscaya akan menjadi sebuah pemborosan keuangan negara. Sebab, dana digelontorkan itu dikhawatirkan jatuh kepada sebahagian orang, yang sejatinya tidak serius dan atau tidak kredibel melakoni statusnya sebagai wakil rakyat yang seharusnya bersikap dan bertindak seperti layaknya orang terhormat dan bukan sekadar mengejar penghasilan...(**)        

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px