Log in

From Gempa To Banjir


Akibat tingginya iintensitas hujan dalam tiga hari ini belakangan ini, menyebabkan dua kecamatan di Kabupaten Langkat terendam banjir. Dari informasi yang dihimpun andalas, dua kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Stabat dan Binjai. Kepala BPBD Langkat Drs H Irwan Syahri, melalui Sekretaris BPBD Langkat Hasrul SSos memaparkan, Selasa (9/10), untuk Kecamatan Stabat, daerah yang diterjang banjir adalah Kelurahan Dendang dan Desa Karang Rejo. Namun, setelah itu, banjir pun melanda Desa Ara Condong. Sementara itu di Kecamatan Binjai, banjir menerjang Desa Sendang Rejo, Desa Sidomulyo dan Desa Sambirejo. Akibatnya, diperkirakan tidak kurang dari 1.245 rumah terendam banjir.

Tak cuma di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai saja, banjir juga menerjang sejumlah permukiman warga di Kabupaten Asahan, Padang Lawas, Kota Medan, serta sejumlah daerah lainnya di Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, sejumlah daerah lainnya di negara kita juga diterjang bencana gempa dan tsunami, setelah di Lombok, barusan saja menimpa Sulawesi Tengah. Jadi, situasi yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini, bisa disebut from gempa to banjir. Dengan kata lain, seolah-olah serbuan bencana alam tak kunjung henti menimpa negara kita. Tentunya, banyaknya bencana alam ini, sekaligus juga sebagai ujian bagi aparat pemerintahan di negara kita, sejauhmana mereka mampu melakukan langkah-langkah nyata, sehingga rakyat Indonesia yang terkena bencana ini bisa segera terbebas dari trauma dan dampak bencana berkepanjangan.

Dalam hal ini, kita berharap berbagai bencana yang terjadi di negara kita, seharusnya dapat memersatukan kita, untuk sama-sama berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi para korban bencana alam tersebut. Jangan sampai bencana alam yang terjadi justru dijadikan sebagai ajang pencitraan dan politisasi. Banyaknya bencana yang terjadi di negara kita, seharusnya dapat melahirkan keprihatinan kita bersama, sekaligus semua pihak dapat mengerahkan segala potensi yang ada, untuk melakukan recovery terhadap para korban bencana di berbagi tempat tersebut.

Sementara terkait dengan bencana musiman yang melanda Sumatera Utara, yaitu banjir, kelihatannya sampai sekarang belum juga ditemukan solusinya. Terutama banjir yang melanda Kota Medan bisa disebut sudah menjadi peristiwa rutin setiap kali musim penghujan tiba. Ketika para aparatur pemerintahan yang digaji rakyat untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada, termasuk banjir, tidak mampu menjalankan tugasnya, maka rakyat bersama pemimpin pemerintahan pun akhirnya hanya bisa bersikap pasrah ketika situasi yang melanda kita saat ini, sedang berproses from gempa to banjir. Allahu a'lam bish-shawab...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px