Log in

Demo Jangan Salah Sasaran


Ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Medan sempat menguasai ruang paripurna dewan serta menyandera dua anggota dewan saat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Gedung DPRD Sumut, Senin (9/4). Para mahasiswa dalam aksi demonstasinya tersebut untuk menyampaikan, naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis Pertalite telah menyebabkan kehidupan masyarakat ekonomi kecil semakin terpuruk dalam penderitaan. Dua anggota DPRD Sumut yakni Aripay Tambunan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Muchrid Nasution dari Partai Golkar yang keluar dari gedung dewan untuk menemui massa pendemo malah disandera mahasiswa lantaran aspirasi yang disampaikan mereka beberapa waktu lalu tak kunjung ditanggapi.

Penyanderaan terjadi saat kedua anggota dewan naik mobil komando untuk menjawab tuntutan massa. Melihat hal tersebut, pengunjukrasa justru membuat pagar betis mengelilingi mobil komando dan tidak mengizinkan keduanya meninggalkan lokasi. "Kami gak mengizinkan bapak turun sebelum harga BBM turun," tegas salah seorang mahasiswa dari atas mobil komando. Pada masa lalu, dalam tulisan-tulisan termuat di media massa soal peran dan keberadaan mahasiswa, kepada mahaiswa ini selalu dilekatkan status mentereng. Yakni sebagai agent of change dan agent of social change. Bahkan, mahasiswa juga dianggap sebagai pelopor munculnya people power meruntuhkan rezim yang otoriter. Karena itu ketika mahasiswa di Medan bergerak melakukan unjuk rasa memrotes kenaikan harga BBM, tentu rakyat akan sangat menyambut gembira gebrakan tersebut. Sebab, masyarakat merasa terwakili aspirasinya (menolak kenaikan harga BBM) melalui aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut.

Sejatinya sah-sah saja jika kalangan mahasiswa menggelar demo menolak kenaikan harga BBM dan kelangkaan Premium itu ke DPRD Sumatera Utara. Sebab, gedung DPRD Sumatera Utara merupakan 'rumah rakyat' dan mereka yang berada di sana, duduk sebagai wakilnya rakyat Sumut. Dengan disampaikannya aspirasi menolak kenaikan harga BBM, diharapkan wakil rakyat bisa menyampaikannya ke pihak berkompeten, yaitu Pertamina dan pemerintah sendiri. Namun, demo tersebut bisa disebut sebagai salah sasaran, jika para pendemo sampai menyandera anggota dewan dan memaksakan BBM harus turun. Para mahasiswa hendaknya memiliki kesadaran dan memahami tupoksi anggota dewan. Bahwa, mereka (DPRD Sumut) sama sekali tak memiliki kewenangan untuk menaikkan dan menurunkan harga BBM. Karena itu, jika ingin harga BBM turun, seharusnya demo mahasiswa diarahkan ke Pertamina dan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM dan BUMN. Demo yang digelar bisa disebut sebagai salah sasaran, jika anggota DPRDSU kemudian disandera dan diminta menurunkan harga BBM. Begitupun, demo mahasiswa ini harus diapresiasi, sebab mereka telah kembali ke habitatnya sebagai agent of change dan agent of social change. Mahasiswa harus bisa memberi warna sekaligus melakukan pressure kepada penguasa supaya senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat.(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px