Log in

Caleg Petahana pun Merana


Mayoritas wajah baru dipastikan akan mendominasi keanggotaan DPRD Sumut periode 2019-2024 mendatang. Sebaliknya, sejumlah nama beken yang selama ini menghiasi pentas politik di DPRD Sumut serta kerap muncul di media massa, dipastikan tergusur.

Menurut informasi diperoleh, nama-nama beken (caleg petahana) yang diprediksi tidak akan duduk lagi sebagai anggota DPRD Sumut lima tahun mendatang. Antara lain HT Milwan, Muhri Fauzi Hafiz, Arfan Maksum Nasution, Layari Sinukaban, Meilizar Latif (Demokrat), Jantoguh Damanik, Siti Aminah Perangin-angin, Dameria Pangaribuan, Wasner Sianturi, Sutrisno Pangaribuan, Sarma Hutajulu (PDIP).

Sedangkan caleg petahana Partai Golkar yang diprediksi tidak lolos adalah Indra Alamsyah, Hanafiah Harahap, Leonard Surungan Samosir, Muchrid Nasution, Sampang Malem dan Novitasari. Fraksi Hanura yang diprediksi tak duduk lagi, Aduhot Simamora, Darwin Lubis, Toni Togatorop, Robby Anangga, Sujian, dan Firman Sitorus. Yang lebih parah adalah dari Fraksi PAN, kemungkinan semua caleg petahananya gagal lolos. Yaitu Aripay Tambunan, Irwan Amin, Mohammad Hidayat dan Zuraida Ghina.

Kendati demikian, Fraksi PAN dikabarkan bakal sukses menambah kursi di DPRD Sumut, dari sebelumnya enam menjadi tujuh kursi. PPP justru lebih parah lagi, caleg petahana Yulizar Parlagutan Lubis, Ahmadan Harahap dan Jafaruddin Harahap diprediksi gagal. Dan yang bertahan hanya satu orang, Darwin Marpaung dan diperkirakan partai berlambang Ka'bah ini hanya menyisakan satu wakilnya di DPRDSU.

Caleg petahana lainnya yang juga gagal lolos adalah Robi Agusman Harahap (PKPI), HM Nezar Djoeli, Anhar Monel, Inge Nasution (NasDem), Ricky Nelson Barus (Gerindra). Tergusurnya sejumlah nama beken dan caleg petahana DPRDSU itu, membuat mereka merana. Sebab, sebelumnya sejumlah caleg petahana cukup optimis akan mampu mempertahankan kursinya. Caleg patahana yang merana tidak hanya terjadi di DPRD Sumut, melainkan juga melanda DPRD Medan, serta DPRD kabupaten/kota lainnya.

Kendati mayoritas caleg petahana dipastikan bakal merana. Namun, beberapa nama caleg petahana DPRD Sumut dipastikan tetap duduk nyaman di singgasananya. Antara lain Ari Wibowo, Robert L Tobing, Ajie Karim, Yantoni Purba (Gerindra), Yasyir Ridho Loebis, Syamsul Bahri Batubara (Golkar), Jubel Tambunan (NasDem), Darwin Marpaung (PPP), Zeira Salim Rangkuti (PKB), Baskami Ginting, Ruben Tarigan, Poaradda Nababan (PDIP). Sedangkan caleg NasDem Delmeria Sikumbang naik kelas, dari DPRDSU ke DPR-RI.

Bergugurannya para caleg petahana ini tentu sangat mengejutkan. Pasalnya mereka merasa sudah cukup banyak berbuat membantu masyarakat (konstituennya) selama duduk sebagai anggota dewan. Bantuan dimaksud berupa gelontoran Bansos, yang dialokasikan untuk sejumlah rumah ibadah, masjid maupun gereja. Mereka juga merasa telah peduli kepada warga yang menderita sakit dan membutuhkan bantuan.

Karena itu menarik dicermati, kenapa para caleg petahana ini harus terpuruk dan merana. Beberapa penyebabnya antara lain, karena mereka terlalu yakin bakal mampu mempertahankan kursinya. Mereka masih yakin bisa meraup suara dengan kampanye pola lama, lewat sosialisasi dan sekadar menyalurkan Bansos.

Selain itu anggota DPRD Sumut juga terlalu keseringan berada di luar kota dengan dalih kunjungan kerja, sehingga lalai mengunjungi konstituennya di daerah pemilihan. Bahkan, ketika suasana sudah genting dan mendekati hari H pelaksanaan Pileg, para caleg petahana ini masih banyak yang berada di luar kota.

Penyebab lain adalah maraknya praktik money politic, yang berlangsung secara masif dan agresif. Para caleg boleh saja berdalih, tidak ada melakukannya. Namun, fakta di lapangan, praktik money politic benar-benar terjadi. Caleg petahana yang merasa telah berbuat selama lima tahun di dapilnya, akhirnya merana dan terpuruk dalam kesedihan, karena diterjang badai money politic dalam hitungan hari menjelang pencoblosan. Tragis...(**)  

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px