Log in

Biar Beda Harus Tetap Sama


Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali agar masyarakat Indonesia tetap rukun dan bersatu selama masa Pemilu 2019. Beda pilihan politik, lanjut Jokowi, harus ditempatkan pada posisi yang biasa saja. Jangan sampai perbedaan pilihan politik itu membuat sesama warga negara menjadi tidak rukun. "Mau milih siapa saja, silakan. Karena memang ini pesta demokrasi. Beda pilihan juga enggak apa-apa. Tapi yang namanya kerukunan, persatuan, persaudaraan sebagai saudara sebangsa setanah air jangan sampai dilupakan," ujar Jokowi saat dijumpai di rumah makan bilangan Jakarta Pusat, Jumat (21/9).

Presiden Jokowi menegaskan, pemilihan umum di Indonesia terjadi setiap lima tahun sekali. "Proses demokrasi ini yang menjadi amanat undang-undang," ujar Jokowi seraya berharap masyarakat menyadari hal itu dan pada akhirnya, pesta demokrasi berjalan dengan lancar tanpa perlu mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.  Harapan Presiden Jokowi tersebut merupakan harapan kita bersama. Bahwa, perbedaan pilihan dan kepentingan di dalam perhelatan pesta demokrasi, baik Pilkada, Pileg, maupun Pilpres merupakan hal yang biasa. Bahkan, sangat aneh, jika pilihan rakyat menjadi sama atau dipaksa supaya sama.

Karena itu, yang harus senantiasa digaungkan dan dikedepankan adalah adanya kesamaan visi dalam memandang adanya perbedaan pilihan itu. Dengan kata lain, perbedaan pilihan hendaknya tidak sampai mengorbankan persahabatan, persatuan dan kesatuan di antara kita sesama anak bangsa. Artinya, biar beda, kita harus tetap sama. Yaitu sama-sama berjuang dan berupaya, agar Indonesia sebagai rumah kita bersama tetap berdiri kokoh, dan terhindar dari ancaman keretakan dan keterpecahan. Indonesia sebagai rumah bersama, harus tetap dipertahankan dan terus dibangun supaya bisa menjadi lebih baik dari sekarang.

Namun, fakta yang mencuat sekarang, bangsa Indonesia justru tengah berada di tengah ancaman pengotak-kotakan akibat derasnya tarik-menarik kepentingan menjelang Pemilu, utamanya Pilpres. Ajakan dan imbauan supaya tetap sama walau beda, ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Aksi saling hujat dan pernyataan bahwa capres yang diusung masing-masing lebih baik dan paling layak, terus bermunculan di media sosial. Hal ini diperparah dengan saling serang antara elite pendukung dari masing-masing kubu, seperti tersaji di media televisi, media cetak dan media sosial.

Sebaliknya, ketika kedua pasangan capres bertemu, mereka terlihat sangat akrab dan bersahabat, seperti tidak ada permasalahan antara satu dengan yang lain. Kelihatannya keakraban itu bukan sekadar sandiwara dan memang benar, demikian adanya. Dalam hal inilah kita berharap, agar kedua pasangan capres mampu lebih menertibkan para pendukung dan tim sukses masing-masing. Para juru bicara yang acapkali asbun dan bicara sembarangan, sebaiknya dikandangkan, supaya suasana kondusif demi tetap terjaganya persatuan di antara sesama anak bangsa, bisa diwujudkan. Baen ke mo kaltu...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px