Log in

'Berbeda itu Indah'


Sederet tokoh nasional dan pejabat publik menghadiri acara perayaan 11 tahun tvOne "Mengawal Demokrasi". Bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, bahkan tokoh para pendukung pasangan calon presiden baik 01 dan 02 juga turut memeriahkan acara ini.

Sederet tokoh dan pejabat yan hadir di antaranya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Fahri Hamzah, anggota DPR Akbar Faisal, pengamat politik Rocky Gerung, Babe Haikal Hassan, Faldo Maldini, Gamal Albinsaid dan lainnya.

TvOne mengambil tema 'Berbeda Itu Indah'. Anies Baswedan dalam kesempatan ini mengatakan, bangsa Indonesia memang penuh dengan keragaman. Maka dari itu perlu dirawat bersama-sama keragaman itu. "Bangsa kita beragam, persatuan harus kita rawat sama-sama,"katanya.

Tentunya kita tidak sedang membahas HUT tvOne di sini. Namun, tema yang diusung dalam peringatan HUT televisi yang paling objektif di tanah air itu, layak kita dukung dan implementasikan bersama. Para performer dalam acara itu sudah memberikan bukti, walau berbeda, mereka tetap bisa kompak. Misalnya antara Rocky Gerung dengan Akbar Faisal, Faldo Maldini dengan Tsamara atau Babe Haikal dengan Kapitra Ampera.

Tidak terbantahkan lagi, bahwa menjelang semakin dekatnya perhelatan Pilpres 17 April 2019, memang sangat kental terasa nuansa rivalitas antara sesama tim sukses dan pendukung kedua pasangan calon. Bahkan, panasnya persaingan itu sudah merembes hingga ke masyarakat di level grass root.

Ketika Pilpres hanya mempertandingkan dua pasangan calon, tidak terelakkan lagi, mencuat saling klaim di tengah masyarakat, bahwa kandidat yang diusungnya lebih baik. Pendukung Jokowi menyatakan, pasangan 01 sudah terbukti berbuat dan layak untuk dilanjutkan untuk lima tahun mendatang.

Sebaliknya, pendukung Prabowo-Sandi mengingatkan, Indonesia membutuhkan kepemimpinan nasional baru yang diharapkan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah, karena menilai Presiden Jokowi gagal dalam mewujudkan berbagai janji-janji politiknya empat tahun yang lalu.

Perbedaan dalam menyikapi sebuah kontestasi politik merupakan sebuah keniscayaan. Sebab, sejak doeloe, Indonesia lahir dan terbentuk dari adanya perbedaan tersebut. Dan, para foundhing fathers kita telah meninggalkan sejumlah legacy perihal kemampuan mereka menjadikan perbedaan itu sebagai sebuah kekuatan.

Karena itu, kita berharap perbedaan itu hendaknya tetap akan mampu mengejawantahkan kedamaian dan persatuan. Untuk itu, perbedaan hendaknya dapat disikapi dengan bijaksana serta tidak sampai menjurus pada praktik menghalalkan segala cara. Pasalnya, Pilpres hanyalah agenda lima tahunan. Seharusnya perbedaan kepentingan dalam menyikapi Pilpres itu, selain melahirkan kehidupan demokrasi yang lebih baik, juga berakhir dengan indah (happy ending). Monggo...(**)        

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px