Log in

Berantas Korupsi Hingga ke Akar


Aksi terorisme kembali mencuat. Ini ditandai dengan kerusuhan di rumah tahanan Mako Brimob, bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, hingga penangkapan dan ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya serta sejumlah wilayah lain. Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) periode 2010-2014 Ansyaad Mbai mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah menyatakan komitmen pemerintah untuk membasmi terorisme hingga ke akar-akarnya. Namun, upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri atau TNI. "Akar-akarnya ini harus tahu. Maka, tidak bisa (hanya dilakukan) TNI dan Polri saja," ujar Ansyaad dalam sebuah diskusi terkait RUU Antiterorisme di Jakarta, Senin (14/5). Pendekatan harus dilakukan secara menyeluruh. Polri dan TNI tidak bisa bekerja sendirian, seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat pun harus terlibat.

"Whole government approach, bahkan whole nation approach," sebut Ansyaad seraya memberi contoh, Kementerian Agama bisa membentuk tim yang berisikan dai-dai muda yang berpandangan moderat dan dapat masuk ke segala elemen. Merebaknya aksi terorisme tentu sangat mengkhawatirkan dan akan menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat. Maraknya serangan terorisme belakangan ini jelas dapat menimbulkan perasaan was-was dan trauma bagi masyarakat saat hendak bepergian ke tempat keramaian. Karena itu, rakyat sangat berkepentingan dan merasa gembira, jika negara mampu memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya sebagaimana disinggung di atas. Pemberantasan terorisme hingga ke akar, tentunya memerlukan keseriusan dan kesungguhan.

Pemberantasan terorisme hingga ke akarnya tentunya tidak mungkin dilakukan hanya dengan menggelar acara-acara seremonial sebagaimana kerap dilaksanakan. Misalnya dengan mengundang tokoh lintas agama, ormas, dan aparat, yang ditindaklanjuti dengan penyampaian pernyataan bersama, prihatin dan mengutuk aksi teroris. Memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya memerlukan tekad yang kuat dan tulus dari semua pihak. Dalam hal ini semua pihak perlu duduk bersama, untuk membahas duduk perkara penyebab munculnya benih-benih terorisme tersebut di negara kita.

Dengan kata lain, pemerintah bersama elite bangsa, serta rakyat hendaknya dapat menjalin kebersamaan dan kekompakan, sekaligus menjadikan terorisme tersebut sebagai musuh bersama. Tidak sepatutnya mencuatnya aksi terorisme justru memunculkan sikap saling curiga antar elite politik di negara kita. Semua pihak, yang dimotori pemimpin nasional negeri ini, hendaknya tampil di garda depan, untuk sama-sama memerangi terorisme. Demi kepentingan bersama, seluruh pihak di negeri ini, hendaknya ikut berperanserta dan dilibatkan dalam mencari alternatif solusi dalam memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya. Dalam hal ini, para tokoh lintas agama di negeri inipun hendaknya bisa bersikap proaktif dan mampu memberikan penyadaran kepada masing-masing umatnya. Bahwa, munculnya serangan teroris ini sama sekali tidak terkait dengan agama tertentu. Sungguh ironis, jika aksi teror ini justru membuat anak bangsa saling hujat atas nama agama.(**)

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 77%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Oct 2018 28°C 22°C
  • 20 Oct 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px