Log in

Ada Apa OSO-Wiranto ?


Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) secara menyejutkan, menyebut Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto sebagai penyebab kegagalan Partai Hanura lolos ke Senayan. Menurut OSO, Wiranto bertanggung jawab sebagai pendiri Hanura.

"Iyalah. Karena dia kan Menko Polhukam, masa dia tidak tahu situasi politik partainya sendiri. Ya, kan? Dia biarin gitu," kata OSO seusai acara buka puasa bersama di kediamannya, pekan lalu. Menyikapi pernyataan OSO, Wiranto tak tinggal diam. "Kesalahan saya cuma satu, menunjuk OSO sebagai Ketua Umum Hanura,"tegas mantan Panglima TNI ini.

Sosok Oesman Sapta Odang selama ini memang dikenal suka blak-blakan dan bicara apa adanya. Namun, pernyataannya yang menyebut Wiranto sebagai penyebab kegagalan Hanura lolos ke Senayan, bisa disebut cukup kontroversial dan mengundang pertanyaan. Ada apa, sehingga OSO berani menyampaikan kesimpulan seperti itu.

Mungkinkah OSO sangat berharap, keberadaan Wiranto sebagai Menko Polhukam ikut serta membantu menyukseskan Partai Hanura ? atau ada hal lain yang diharapkan bisa dibantu Wiranto, tapi tidak dilakukan, sehingga OSO merasa kecewa ? Soal ini tentunya hanya OSO yang mengetahui persis, duduk perkara sebenarnya.

Namun apa pun ceritanya menyalahkan Wiranto sebagai penyebab kegagalan Hanura lolos PT, memang kurang bijaksana. Kendati demikian, sebagai pendiri partai, memang sudah sepatutnya pula jika yang bersangkutan tetap diharapkan ikut memberi kontribusi (di balik layar) untuk membantu kesuksesan partai yang susah payah didirikannya itu.

Jika dicermati, sejatinya kegagalan Hanura ini sudah cukup lama terendus. Hal ini bermula dari perpecahan yang melanda partai itu, yang menyebabkan lahirnya dua kubu. Yaitu kubu dipimpin Daryatmo dan kubu di bawah kepemimpinan OSO. Pemerintah melalui Menkumham, kemudian lebih mengakui keberadaan kubu OSO.

Atas dasar itulah, OSO bersama Sekjen Harry L Siregar kemudian dipercaya mengemban amanah memimpin Hanura. Karena itu, maju mundurnya Partai Hanura setelah itu, tentu berada di tangan kedua figur penting ini. Jadi, menjadi sangat aneh dan agak membingungkan memang, ketika OSO kemudian menyalahkan Wiranto sebagai penyebab kegagalan Hanura.

Lagi pula jauh sebelum pelaksanaan Pemilu, hampir semua lembaga survei di negeri ini sudah merelis hasil survei mereka, yang selalu menyebut Hanura sebagai salah satu partai yang terancam gagal lolos ke Senayan. Ternyata, prediksi lembaga survei ini benar adanya. Artinya, Hanura terlihat belum benar-benar solid pasca dilanda perpecahan.

Karenanya ketidaklolosan Hanura ke Senayan bukanlah hal mengejutkan. Untuk itu, menjadi tidak bijaksana apabila mencuat sikap saling menyalahkan terkait dengan kegagalan tersebut. Seharusnya jika Hanura masih ingi tetap eksis sebagai sebuah partai pada Pemilu mendatang, maka hal yang seharusnya dilakukan adalah melakukan introspeksi dan bukan lari dari tanggung jawab atau mencari 'kambing hitam' atas kegagalan tersebut.

Dua nama besar di pentas nasional, yaitu OSO dan Wiranto seharusnya bersatu membesarkan Hanura, bukan malah mempertontonkan sikap kurang bijaksana (saling menyalahkan) di depan publik. Jika keduanya (OSO dan Wiranto) kompak dalam mengonsolidasi potensi Hanura, mestinya partai ini lolos ke Senayan dan bukan malah menjadi partai gurem seperti sekarang. Hmmm...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px