Log in

Wanita Ini Raup Rp 46,5 Triliun dari Pernikahan Palsu


Seorang wanita California, AS, dihukum enam bulan penjara pada Senin (17/4) waktu setempat karena menyelenggarakan lebih dari 70 pernikahan palsu selama satu dekade ini. Petugas federal AS telah menetapkan wanita keturunan China, Lynn Leung (44), dan ayahnya, Jason

Menurut pejabat federal AS,  Lynn Leung dan ayahnya, Jason Shiao, selama hampir satu dekade menyelenggarakan lebih dari 70 pesta pernikahan palsu ((phony marriage) untuk warga negara China, demikian Agence France-Presse. Untuk acara seperti itu, setiap warga China harus membayar hingga 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 664,5 juta agar bisa mendapatkan visa penduduk tetap atau “kartu hijau”.

Jason berperan sebagai seorang pengacara imigrasi. Putrinya, Lynn - keduanya telah mengaku bersalah dalam kasus ini – bertugas untuk memasangkan pelanggannya, yang membutuhkan visa imigrasi, dengan warga negara AS, yang membutuhkan atau kesulitan uang. Menurut penyidik federal AS, dalam beberapa kasus pasangan warga AS yang membutuhkan uang itu adalah para tunawisma.

Pasangan ayah-anak itu telah dengan lihai bisa melakukan penipuan terhadap pihak berwenang. Mereka melakukan serangkaian pemotretan pranikah hingga pernikahan, serta mengorganisir bulan madu palsu, kata pihak berwenang. Mereka juga melatih pasangan palsu itu tentang cara-cara terbaik untuk menghindari deteksi oleh pihak imigrasi.

Warga negara AS direkrut untuk skema tersebut dengan upah yang dijanjikan hingga mencapai 10.000 dollar atau sekitar Rp 133 juta, namun banyak yang mengaku tak pernah menerimanya. Penyidik mengatakan, Lynn Leung dan ayahnya, Jason Shiao, berhasil mengumpulkan dana hingga  3,5 juta dollar atau Rp 46,5 triliun dari skema penipuan tersebut, yang memungkinkan mereka untuk menikmati gaya hidup mewah.

Selain hukuman penjara, Lynn juga diperintahkan untuk membayar denda 4.000 dollar atau Rp 53,1 juta dan akan dibebaskan dengan pengawasan ketat selama tiga bulan. Sementara ayahnya, Jason Shiao, akan dihadirkan di pengadilan untuk sidang putusan kasus yang sama pada 24 April ini.

Pada awal bulan ini, agen federal menggeledah area bisnis di Los Angeles yang diduga terhubung dengan skema penipuan visa senilai  50 juta dollar yang melibatkan lebih dari 100 investor China.

Para investor China itu mendapat kartu hijau melalui apa yang disebut program visa EB-5. Program ini menawarkan warga asing tinggal tetap di AS dalam pertukaran untuk investasi minimal 500.000 dollar dalam bisnis AS, yang juga diharuskan bisa menciptakan 10 pekerjaan baru.

Dalam kasus ini, bagaimana pun, para investor mengusulkan proyek-proyek mereka, tetapi tidak pernah dibangun dan sejumlah uang mereka dikembalikan kepada mereka oleh tersangka utama, Victoria Chan, seorang pengacara di California, dan ayahnya, Tat Chan. (KPC)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 85%

Wind: 11.27 km/h

  • 11 Dec 2017 28°C 23°C
  • 12 Dec 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px