Log in

Temukan Jejak Harimau di Kebun, BKSDA Pasang Perangkap


Medan-andalas Empat hari sudah Abu Sali Hasibuan (61), warga Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) Sumatera Utara, tewas diduga dimangsa harimau.

Menidaklanjuti hal itu, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wil III Padangsidimpuan, memasang kamera track. Selain itu, dari hasil penyisiran yang dilakukan tim bersama dengan unsur kepolisian, TNI dan masyarakat ditemukan jejak harimau.

Kepala Bidang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wil III Padangsidimpuan, Gunawan Alza menyebutkan, jumlah kamera track yang dipasang sebanyak lima unit disebar di sejumlah titik di kebun tempat ditemukannya korban tewas.

"Selain penyisiran, kami sudah memasang kamera pengintai," katanya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (20/5).

Hingga saat ini warga yang ada di desa tersebut masih khawatir pergi ke kebun. Kalaupun ke kebun, namun tidak dibolehkan sendiri-sendiri.

"Harus berkelompok, minimal lima orang dalam satu kelompok," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, BKSDA juga meminta kepada warga agar tidak terlalu lama pulang dari kebun. Sebab, harimau merupakan binatang malam. Dikhawatirkan, apabila pulang dari kebun sudah sore maka akan ketemu. Diharapkan juga kepada seluruh masyarakat agar mematuhi seluruh imbauan yang dikeluarkan oleh BKSDA.

Untuk menangkap binatang buas yang diduga sudah memangsa korban, tim BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan juga akan memasang sejumlah perangkap.
Gunawan Azla mengatakan, meski perangkap itu dipasang namun  dipastikan tidak mencederai binatang buas yang masuk terutama binatang-binatang yang dilindungi seperti harimau.

Tindakan memasang perangkap tersebut dilakukan karena masyarakat masih ketakutan untuk pergi ke kebun."Jadi, setelah konsultasi dengan berbagai pihak, maka diputuskan untuk memasang perangkap. Tapi, dengan catatan tidak boleh melukai," katanya.

Dijelaskannya, kambing akan menjadi umpan yang sengaja dibuat di perangkap itu. Selain itu, anjing juga akan diikutsertakan sehingga apabila ada yang nampak maka anjing tersebut akan menggonggong.

"Sebagai umpan, kambing akan dibuat ke dalam," ujarnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Abu Sali Hasibuan ditemukan tewas dengan kondisi kepala dan tangan terputus di kebun karet milik Braji Hasibuan yang berlokasi di Jembatan Bosi, di sekitar desa tersebut.

Informasi yang dihimpun dari warga Desa Siraisan, Jumat(17/5) siang, Abu Sali diketahui diterkam harimau karena di sekujur tubuhnya penuh cakaran .

"Saat ditemukan, tidak hanya tubuh yang penuh bekas cakaran, tetapi mulai kepala sampai rahang, tangan kanan, mata serta alat kelamin telah hilang," kata Kapolsek Barumun AKP Sudirman SH kepada wartawan, Jumat (17/5). (YN/Rel)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px