Log in

Tak Terima Ditilang, Motor Dihancurkan

Meski Adi mengamuk, polisi tetap menilang motornya Meski Adi mengamuk, polisi tetap menilang motornya

Adi Saputra (20) mengamuk lantaran tidak terima ditilang polisi. Tidak hanya itu, pria asal Lampung Utara itu juga menghancurkan motornya. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (7/2) sekitar pukul 06.30 WIB di kawasan BSD, Serpong, Tangsel. Saat itu anggota Satlantas Polres Tangsel Bripka Oky menghentikan motor Honda Scoopy yang ditumpangi pelanggar.

"Anggota berusaha memberhentikan pelanggar yang berusaha melawan arus karena menghindari petugas yang sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas di putaran Pasar Modern BSD," jelas Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin, Kamis (7/2). Melihat hal itu, Oky lalu menilangnya. Namun Adi tidak terima dan memarahi Oky. Dia juga membanting-banting motornya. Meski Adi mengamuk, polisi tetap menilang motornya.

Kejadian ini sempat direkam video warga dan menjadi viral. Dalam rekaman video, pria itu membanting-banting motornya karena kesal. Pacar Adi menangis histeris karena melihat perbuatan tersebut. Bahkan dia nyaris tertimpa motor ketika Adi membanting motornya. "Sudah, Yang (Sayang)... udah...," kata wanita itu Adi tetap membanting-banting motornya. Meski demikian, polisi tentu saja tetap menilang Adi.

"Awalnya dia nggak mau ditilang, tidak mau diberi penindakan, tetap tidak bisa, kita tetap melaksanakan tugas untuk memberikan penindakan pelanggar lalu lintas," tutur Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin. Adi Saputra mengamuk hingga membanting-banting motornya karena tidak terima ditilang. Tidak hanya itu, dia juga membakar sepucuk Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Aksi Adi membakar STNK itu terekam dalam sebuah video yang viral di grup WhatsApp. Dalam video itu, terlihat Adi memegang STNK dan korek api di tangan kanan sambil merokok. "Katanya tadi nanya STNK, nih STNK," kata Adi sambil menyulut STNK dengan korek gas seperti dilihat detikcom, Kamis (7/2). Tidak jelas apakah STNK itu adalah STNK motor Honda Scoopy yang dia rusak. Tidak diketahui juga posisi dia ketika membakar STNK itu. Setelah api menyala, STNK pun perlahan terbakar dan hangus.

"Kami tidak tahu, karena video tersebut belum jelas kebenaran dan validitasnya. Jadi kami belum bisa memberikan komentar," ujar Kasat Lantas Tangsel AKP Lalu Hedwin saat dimintai konfirmasi soal video itu. Dipandang dari sisi psikologis, perilaku Adi dianggap ingin meluapkan amarah. Bisa jadi Adi tak tahu harus bicara apa sehingga memilih meluapkannya dengan cara seperti itu. "Tapi kalau mau diladeni, mesti orang yang paham juga bagaimana berkomunikasi dengan orang seperti itu (jangan tanya caranya seperti apa, karena tergantung orangnya)," ujar psikolog Universitas Indonesia (UI) Bona Sardo.

Bona juga menyoroti usia Adi yang masih muda. Menurut Bona, konsep diri seorang pemuda biasanya belum utuh. "Konsep diri mungkin belum terlalu utuh, yang turut mempengaruhi pengenalan emosi yang mungkin belum baik juga, sampai ke pengelolaan dan ekspresi emosi yang juga buruk. Usia remaja kan waktunya pembentukan identitas diri," tutur Bona.

Selain itu, pola asuh orang tua di rumah terkait pengenalan dan ekspresi emosi pada anak bisa berpengaruh. Pengalaman hidup yang pernah dialami si anak dan bagaimana dia menghadapinya (coping skills) pun berpengaruh. "Lalu, apakah ini kejadian yang memicu amarah pertama kali (sehingga masih belum tahu caranya bagaimana) atau sudah berkali berkali tapi memang caranya juga tidak pernah tepat dan tidak belajar dari lingkungan sekitar mengenai cara ekspresi emosi yang tepat," ujar Bona.

Sementara itu, menurut psikolog forensik Reza Indragiri Amriel, ada kemungkinan seseorang yang memendam amarah bisa meluap seperti yang dilakukan Adi. Reza lantas mengungkap tentang teori 'frustrasi agresi'. "Teori frustrasi agresi: orang yang putus asa dan sejenisnya bisa menyalurkannya ke dalam perilaku kekerasan. Bisa langsung ke objek/subjek yang memunculkan perasaan frustrasi, bisa pula dialihkan ke sosok pengganti. Displacement, istilahnya," ungkap dia.

Ada pula teori intermittent explosive disorder yang juga disinggung Reza. Berdasarkan teori ini, masalah kejiwaan memicu episode mendadak dari perilaku impulsif, agresif, kekerasan, atau ledakan verbal yang eksplosif. Dalam kondisi tersebut, seseorang bisa bereaksi sangat tidak proporsional dengan situasi. (DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px