Log in

`Robin Hood` Curi Uang Rp17 M


Gilberto Baschiera. Manajer bank di Forni, Sopra, Italia, ini dijuluki sebagai Robin Hood. Bukan tanpa sebab, julukan itu disematkan karena dia mencuri uang milik nasabah kaya untuk disalurkan ke rekening orang-orang miskin.

Dikutip dari Oddity Central, Kamis 11 Oktober 2018, Baschieratelah mencuri duit 1 juta euro, atau sekitar Rp17,65 miliar, dari rekening tabungan orang kaya. Uang-uang ini disalurkan kepada orang-orang miskin agar bisa memenuhi kriteria pinjaman.

Cerita ini bermula dari tahun 2009 ketika krisis global turut menerpa Italia. Ketika itu, semua kriteria persetujuan pengajuan kredit diubah. Ketika itu, ada seorang pria lokal yang mengajukan pinjaman ke bank. Karena tak memenuhi syarat, pengajuannya ditolak.

Sebagai manajer bank, Baschiera merasa bersalah. Dia mengambil sejumlah uang di tabungan klien yang kaya-raya, lalu menambahkannya ke rekening pria miskin itu, sehingga dia lolos kualifikasi. Ini awal mula Baschiera “merintis” kariernya sebagai Robin Hood di dunia perbankan.

Perbuatan “baik” ini menyebar ke seluruh Forni di Sopra. Sebuah komunitas kecil yang terdiri dari seribu orang dan masyarakat setempat meminta bantuannya agar bisa lolos kualifikasi pinjaman.

Baschiera menyanggupi dengan syarat pinjaman itu harus segara dikembalikan sehingga menutupi jejaknya. Mereka menyanggupi. Tapi, ada yang tidak bisa mengembalikan pinjaman. Perbuatan Baschiera terbongkar setelah aksinya berjalan selama tujuh tahun.

Baschiere harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun untuk perbuatan kriminalnya.

Untungnya, Baschiera tidak mengambil sepersen uang curian dari orang kaya untuk dirinya sendiri. Perbuatan ini membuat perbedaan besar dari perbuatan kriminal lainnya. Tapi, dia harus membayar mahal: Baschiera kehilangan pekerjaan dan rumah.

“Dia berpikir tak akan melakukannya lagi. Dia yakin bisa membantu orang lain. Tapi, kini (Baschiera) kehilangan pekerjaan dan rumah,” kata Pengacara Baschiera, Robert Mete, kepada BBC.

Mete mengatakan kliennya ingin menolong orang-orang yang tak bisa mengakses pembiayaan dengan cara yang normal. Dia membuat sistem pembiayaan bayangan dan mempercayai orang-orang bahwa mereka bisa membayar tepat waktu dan ada yang tak sanggup membayar pinjamannya.

“(Baschiera) menjelaskan kepada otoritas alasannya dan berpikir orang-orang yang ditolong akan mengatur uang untuk membayar pinjamannya,” kata Mete.

Kepada La Repubblica, Baschiera mengatakan sistem perbankan melarang pensiunan dan anak muda yang tak berpenghasilan untuk mengakses pendanaan.

“Saya selalu berpikir, selain melindung penabung, kami juga harus membantu orang-orang yang membutuhkan,” kata dia.

Baschiera mengatakan, andainya bisa memutar waktu, dia takkan melakukan hal serupa. Sebab, dia harus membayar mahal atas perbuatannya. (DCI)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Nov 2018 27°C 22°C
  • 21 Nov 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px