Log in

Ramai Spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi'


Mudik Lebaran tahun ini diwarnai beragam spanduk dari pendukung tokoh tertentu. Setelah heboh ajakan klakson 3 kali untuk pendukung #2019GantiPresiden, kini muncul spanduk bertuliskan 'Jalan Tol Pak Jokowi.'

Spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi' itu memenuhi linimasa media sosial. Tampak spanduk disebar ke berbagai daerah, khususnya jalan tol untuk arus mudik Lebaran.

Spanduk tersebut bertuliskan," Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H. Pendukung #2019GantiPresiden, Anda sedang melewati jalan Tol Pak Jokowi'.

Salah satu jalanan yang memasang spanduk tersebut diketahui berada di daerah Semarang, Jawa Tengah. Spanduk berada di antara spanduk iklan lainnya.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap adanya spanduk tersebut di jalan tol. "Saya cek dulu," kata Dwi kepada detikcom, Sabtu (9/6/2018).

Sebelumnya, Deklarator #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera mengajak pendukung gerakannya membunyikan klakson tiga kali saat mudik Lebaran.

Lewat postingan Twitter (@MardaniAliSera), Mardani menampilkan dua foto spanduk yang dipasang di jalan. Spanduk itu bertulisan 'yang setuju ganti presiden klakson 3x'. Dia berharap klakson-klakson tersebut bisa menjadi fenomena, seperti klakson telolet.

"Ini ide kreatif kawan-kawan sebagai bagian dari upaya menarik perhatian publik bahwa gerakan ini didukung dengan cara kreatif," ungkap Mardani saat dimintai konfirmasi mengenai cuitannya itu, Kamis (7/6). Terkait ramainya spanduk "Tol Pak Jokowi", benarkah jalan tol itu hanya diperuntukkan bagi simpatisan Presiden Jokowi?

Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Eko Sulistyo mengatakan, munculnya spanduk tersebut merupakan reaksi masyarakat atas kondisi politik yang terjadi belakangan ini. Mulai dari ajakan membunyikan klakson bagi pendukung gerakan #2019GantiPresiden ataupun spanduk bernada satire dari simpatisan Jokowi kepada pendukung #2019GantiPresiden.

"Jadi, ini reaksi masyarakat. Ini baik yang kemudian menggunakan ajakan untuk membunyikan klakson maupun spanduk bagi yang sedang melewati tol," kata Eko, Minggu (10/6).

Meski demikian, kata Eko, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing satu sama lain. Dia berharap momentum Ramadan dan Idul Fitri nanti jadi ajang untuk bersilaturahmi dan persatuan.

"Sebaiknya kita harus memaknai momentum mudik, Idulfitri itu adalah momentum untuk silaturahmi yang memiliki makna saling menyatukan, kemudian saling memaafkan, bukan kemudian untuk tujuan politik," katanya.

Eko juga menegaskan, pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas jalan oleh Presiden Jokowi bukan ditujukan untuk kelompok tertentu. Semua lapisan masyarakat bisa menggunakan fasilitas yang disediakan negara tersebut.

"Itu tidak ditujukan untuk kelompok politik tertentu. Semua bisa menggunakan dan bisa memanfaatkan. Dan ketika pemerintah membangun itu karena itu mandat kepada seorang pemimpin, salah satunya membangun fasilitas yang bisa digunakan oleh masyarakat," katanya.

Spanduk "Tol Pak Jokowi" tersebut mendapat respons dari PKS. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, Presiden Jokowi tidak boleh mengklaim jalan tol tersebut karena pembangunan jalan tol berasal dari pajak rakyat.

"Iya tol itu bukan tol Pak Jokowi, itu tolnya rakyat. Karena dibangun sama rakyat. Jadi nggak kenapa-kenapa, kita masuk tol bayar kan?" kata Mardani Ali Sera yang juga penggagas tagar #2019GantiPresiden.

Mardani mengatakan imbauan klakson tiga kali saat mudik tidak diminta secara spesifik di tol. Dia mengatakan simpatisan #2019GantiPresiden bebas melakukan klakson tiga kali asal tidak mengganggu warga di jalan.

"(Klakson) itu imbauan, kalau mau jalan arteri monggo, masuk tol nggak apa-apa. Jalan tol kan bebas siap saja. Kalau kami nggak ganggu orang, mau lewat boleh, mau klakson boleh, nggak kenapa. Make it easy, enjoy aja," jelas Mardani.

Mardani mengusulkan pendukung Jokowi ikut dalam aksi membunyikan klakson. Menurutnya, dengan aksi tersebut demokrasi bisa berjalan dengan penuh kegembiraan.

"Kami ini kenapa klakson tiga kali merupakan festivalisasi gerakan, jadi kalau ada festivalisasi jadi gembira. Kayak orang klakson telolet kan. Sorak-sorakan biar demokrasi ini demokrasi yang gembira, yang penuh dengan kebahagiaan. Nanti bagus pendukung Pak Jokowi bikin aja yang klakson dua kali, kan bagus kan," terangnya. (DTC/BNC)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 82%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Jun 2018 28°C 22°C
  • 26 Jun 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px