Log in

Puluhan Peserta Tes CPNS Bawa Jimat


Ada temuan menggelikan saat tes CPNS di Kabupaten Madiun. Petugas Satpol PP yang melakukan penggeledahan sebelum tes dilakukan, menemukan benda-benda aneh atau jimat yang dibawa peserta.    

Benda-benda aneh yang ditemukan dari peserta tes seperti bungkusan kain putih. Bungkusan kain itu ditemukan dari seorang peserta tes computer assisted test (CAT) yang diselipkan di baju hingga celana dalam.

"Waduh jangan disita pak," rengek seorang pria salah satu peserta CPNS yang ditirukan anggota Satpol PP, Marca dilansir detikcom, Selasa (6/11).

Meski peserta tersebut merengek, namun Satpol PP tetap 'menyita' benda yang dianggap jimat dan disembunyikan di celana dalam. Benda-benda aneh semacam jimat itu ditemukan dari belasan peserta tes CPNS. Mereka pun harus merelakan jimat yang dibawanya agar lulus tes disita satpol PP.

 "Itu biasanya memang keyakinan orang Jawa ada saja yang seperti itu," terang Kabid Mutasi Pegawai BKD Kabupaten Madiun, Sri Diana Kusumaningrum saat dihubungi wartawan.

Jimat yang dibawa peserta, lanjut Diana, selama hari pertama dan hari kedua tes ini diantaranya berupa kayu, kertas yang dilipat, dan kain putih.

"Benda yang diduga jimat itu disimpan di kerah baju, sepatu, saku, dan ada juga yang diselipkan di baju dan celana dalam," tuturnya.

Dia mengatakan, pelaksanaan tes CPNS kabupaten Madiun berlangsung tiga hari yakni pada Sabtu (3/11), Minggu (4/11) dan Senin (5/11). Benda-benda yang dianggap jimat tersebut dari pengakuan peserta agar bisa lulus tes CPNS.

"Oleh panitia barang-barang sudah dibuang. Sebab, sejak awal panitia sudah mengingatkan kepada peserta, agar menitipkan benda berharga kepada saudara atau dititipkan ke tempat penitipan yang sudah disediakan panitia," ungkapnya.

Sesuai dengan peraturan tes CPNS, peserta hanya diperbolehkan membawa pensil, kartu peserta, dan KTP. Tes CPNS yang diselenggarkan BKD Kabupaten Madiun digelar tiga hari. Hari pertama dan kedua diikuti 1.908. Sedangkan hari ketiga Senin (5/11) diikuti 1.140 peserta.    

Tidak hanya di Madiun, peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD di Jember, juga ada yang tertangkap membawa jimat. Ini terjadi di di Gedung Balai Serba guna (BSG) Jalan Nusantara Kaliwates Jember, Jawa Timur.

Pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN) juga membahas ini di akun Twitter resminya. "Ternyata ada yang masih membawa jimat ke ruang SKD #CPNS tilok Jember," tulis akun @BKNgoid.

Sejatinya, dalam peraturan tes SKD, tidak ada aturan melarang barang seperti jimat ke ruangan. Yang dilarang hanya berupa buku catatan, senjata, dan alat komunikasi.

Tetap saja, jimat tersebut disita oleh panitia. Akun resmi BKN hanya menyebut tidak diperkenankan membawa jimat saat memasuki ruang tes SKD.  Petugas yang mengawasi lokasi ujian menegaskan, peserta hanya boleh membawa masuk dokumen-dokumen wajib seperti KTP.

"Peserta masuk ruangan tes hanya diperbolehkan membawa nomer peserta, KTP atau KK, dan Kertas buram. Sedangkan alat tulis sudah disediakan Panselnas," ujar perwira pengendali operasi Kepolisian resort Jember Polda Jatim, IPTU Setiono Budi di Gedung BSG, Sabtu (3/11) malam.

"Bawa jimat adalah hak pribadi, tapi tidak diperkenankan saat masuk ruang tes. Semoga jadi perhatian #SobatBKN yg lain," pungkas akun resmi BKN. (DTC/LIP6)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px