Log in

Pria Ini Nikahi Dua Wanita Sekaligus


Resepsi pernikahan HN (22) yang menikahi dua wanita sekaligus membuat heboh tamu undangan. Pasalnya, pernikahan itu tak pernah terjadi di kampungnya, Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kepala Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Effendi (52) mengaku kaget dengan kejadian itu. Sebab, awalnya dia hanya mengetahui jika resepsi yang digelar Minggu kemarin untuk merayakan pernikahannya dengan wanita asal Desa Karang Ringin, Kecamatan Lawang Wetan.

"Kami sama sekali tidak tahu ada rencana begitu, pas datang ternyata pengantin wanita ada dua, duduk di pelaminan, yang pria duduk di tengah-tengah," ungkap Effendi, Selasa (16/5).

Melihat kejadian itu, sontak membuat tamu undangan heboh. Banyak warga bertanya-tanya soal pernikahan mereka. Ketiga mempelai juga tak luput dari jepretan dari ponsel tamu undangan.

"Waduh, hebohlah, kan baru pertama kali terjadi. Pokoknya rame ambil foto mereka," ujarnya.

Saat duduk di pelaminan, kata Effendi, HN dan dua istrinya terlihat bahagia. Orangtua masing-masing mempelai juga turut mendampingi di panggung.

"Tamu yang seru, pengantinnya bahagia, senyum-senyum, tertawa di pelaminan. Akor kelihatannya," pungkasnya.

Awalnya HN menghadap kepadanya untuk meminta dibuatkan surat pengantar pernikahan (NA) karena ingin menikah dengan gadis asal desa lain, yakni Karang Ringin, Kecamatan Lawang Wetan. Effendi pun ikut menghadiri penyerahan seserahan yang diminta calon mempelai wanita sebelum akad nikah.

"NA-nya saya buat dan waktu serah-serahan, saya juga ikut ke rumah wanita. Saya juga yang menyerahkan duit," ungkap Effendi.

Lalu, HN dan wanita yang belum diketahui namanya itu melakukan akad nikah di rumah mempelai wanita, Sabtu (6/5). Keesokan harinya digelar resepsi pernikahan di tempat yang sama.

Dua hari kemudian, HN kembali menemui Effendi untuk meminta diterbitkan NA dengan alasan ingin menikahi wanita lain lagi. Namun, permintaan HN ditolak Effendi.

"Dia (HN) bilang mau nikah lagi sama gadis asal Desa Karang Anyar, satu kecamatan dengan gadis yang dinikahinya pertama. Jadi saya tolak, tidak bisa keluarkan NA lagi," ujarnya.

Seminggu kemudian atau pada Minggu (14/5) kemarin, Effendi kaget karena di pelaminan saat resepsi di rumah HN di desanya ada dua pengantin wanita yang duduk di sebelah pengantin pria. Mereka sama-sama mengenakan pakaian ada Sumsel.

"Ternyata, pengantin satunya istri sirinya. Mereka duduk di pelaminan waktu resepsi seadanya di kampung," kata Effendi.

Dari cerita yang didengarnya, wanita asal Karang Anyar itu lebih dulu dinikahinya, sekitar dua hari sebelum akad nikah dengan wanita asal Karang Ringin. Hanya saja, pernikahannya tidak tercatat di pemerintahan.

"Ya nikah siri begitu, lebih dulu malah, dua hari apa jaraknya. Mungkin dia minta NA itu buat nikahi wanita satunya itu," tuturnya.

Effendi mengatakan, sehari-hari HN bekerja sebagai buruh pencari minyak. Sedangkan ayahnya telah meninggal dunia dan ibunya pekerja harian di kebun milik warga.

"Dia itu anak sulung dari enam saudara, bukan termasuk orang kaya juga, ya biasa-biasa saja. Makanya warga bingung kok bisa begitu, ya mungkin sudah jodohnya," ungkap Effendi, Selasa (16/5).

Effendi menuturkan, istri sah HN, hanya seorang perempuan yang tidak bekerja. Dia tinggal bersama orangtuanya di mess salah satu perusahaan di Desa Karang Ringin, Kecamatan Lawang Wetan.

"Seingat saya cuma turut orangtua. Nah, untuk istri yang satunya saya tidak paham, beda kampung lagi soalnya," kata dia.

Terlepas dari itu, sambung Effendi, dia berharap kehidupan rumah tangga pengantin baru itu akan langgeng dan bahagia selamanya. Warga diminta tidak menaruh curiga apapun yang membuat HN dan kedua istrinya terlibat konflik.

"Mudah-mudahan akur, bahagia, senang, itu doa kami. Jangan sampailah nanti ada masalah, ini karena tak biasa saja," tutupnya.

Sementara itu, Camat Babat Toman, Agus Kurniawan membenarkan seorang warganya yang menikahi dua wanita sekaligus. Namun, dia mengaku tidak mengetahui cerita lengkapnya.

"Benar, laki-lakinya warga kita, tinggal di Desa Kasmaran. Sedangkan kedua wanita itu tinggal di desa kecamatan lain," ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa kemarin. (MDK/DOH)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

26°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 93%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 29°C 22°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px