Log in

Penggunaan Bahasa Batak Diprotes

Ketua AMAMI Fachroel Rozi Ketua AMAMI Fachroel Rozi

Penggunaan bahasa Batak dalam menyampaikan pengumuman di Stasiun Besar Kereta Api Medan oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional 1 Sumatera Utara, ternyata menuai protes dari masyarakat Melayu.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Melayu Indonesia (AMAMI) Fachroel Rozi menyebut, penggunaan bahasa Batak tersebut di Stasiun Besar Kereta Api Medan adalah sesuatu yang keliru.

"Letak lokasi stasiun berada di Kota Medan, sudah jelas Kota Medan ini adalah tanah Melayu, tidak sepantasnya digunakan bahasa dari suku lain selain Melayu," kata Rozi kepada wartawan di Medan, Jumat (22/6).

Rozi mengaku kecewa dengan kebijakan pihak PT KAI yang menurutnya kurang tepat tersebut.

"Dari lintasan yang dilalui kereta api saja sudah bisa kita lihat hampir rata-rata stasiun itu ada di pesisir timur yang penumpang kereta apinya bukan sepenuhnya masyarakat Batak," katanya.

Seharusnya menurut dia, sebelum memberlakukan penggunaan bahasa Batak tersebut, pihak PT KAI sebaiknya terlebih dahulu melakukan penelitian dan survei.

"Untuk itu kami meminta kepada pimpinan tertinggi PT KAI untuk mengevaluasi pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pemberlakuan kebijakan ini. Kami masyarakat Melayu yang ada di Kota Medan sangat kecewa terhadap perlakuan pihak PT KAI," katanya.

Ia menambahkan, agar keputusan semena-mena ini tidak dilanjutkan. "Hal ini juga terindikasi sebagai pengaburan sejarah asal usul Kota Medan,  sebab jelas

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 90%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Jul 2018 32°C 23°C
  • 20 Jul 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px