Log in

Koma 10 Tahun, Tiba-Tiba Melahirkan


Seorang wanita di Amerika Serikat melahirkan setelah 10 tahun koma di rumah sakit. Polisi tengah menyelidiki siapa pelakunya. Kasus mendadak hamil dalam status vegetatif alias koma ini juga disusul pengunduran diri CEO Hacienda HealthCare, Bill Timmons. Situs berita lokal Azfamily.com pertama kali melaporkan pasien wanita ini melahirkan pada 29 Desember akhir tahun lalu. Tidak disebutkan apakah pasien memiliki keluarga maupun pengasuh yang menjaganya.

Tidak dijelaskan pula apakah staf rumah sakit menyadari kehamilan pasien hingga akhirnya melahirkan. Yang pasti, bayinya lahir dalam kondisi sehat.  Meski demikian, kasus ini memicu keresahan terkait keamanan pasien dalam status koma dan tidak berdaya. Seorang dokter lokal juga mempertanyakan soal perawatan sebelum melahirkan.  "Ini adalah situasi yang sangat berbahaya tanpa pengawasan," kata Dr Greg Marchand, dikutip dari news.com.au.

Yang mengejutkan para dokter di Phoenix Hacienda HealthCare adalah bahwa wanita itu dalam keadaan vegetatif atau koma dan berada dalam kondisi tersebut selama hampir 10 tahun setelah mengalami kecelakaan tenggelam. "Saya diberi tahu, dia mengerang. Dan mereka tidak tahu ada apa dengannya. Tidak ada satu pun staf yang menyadari dia hamil hingga ia akan melahirkan," kata seorang sumber dari rumah sakit seperti dikutip laman Mashable.

Pada 29 Desember 2018, wanita koma itu akhirnya melahirkan bayi laki-laki dan peristiwa ini mengejutkan dan membuat heboh. Karena, ini artinya wanita tak berdaya itu mengalami pelecehan seksual selama dia koma di dalam rumah sakit dan tidak ada satu pun yang tahu.

Bayangkan, hal mengerikan yang wanita itu hadapi. Terbaring dalam keadaan lumpuh, tak mampu menghentikan mimpi buruk yang terjadi. Lalu, sembilan bulan kemudian dia melahirkan.

Karina Casena, ibu dari wanita malang itu, sekarang memutuskan untuk tidur di samping putrinya hingga pelakunya ditemukan. "Saya tidak tahu (kalau putri saya jadi korban), tapi saya bertanya padanya, dan dia bisa menjawab iya atau tidak. Dia belum mampu berjalan atau bicara, tapi dia bisa mengerti. Kepercayaan telah dirusak. Kepercayaan benar-benar sudah dirusak," ujar Karina.

Dilansir dari mirror.co.uk pada Minggu (6/1), pihak berwenang di Arizona, Amerika Serikat, akan melakukan penyelidikan karena diduga pasien wanita tersebut telah menjadi korban pelecehan seksual. Dengan begini, mungkin akan diketahui bagaimana ia bisa hamil dan siapa ayah dari bayi tersebut.

Sementara pihak rumah sakit mengaku sangat terkejut. Sebab tidak ada staf yang sadar bahwa pasien wanita tersebut sedang hamil. Bahkan mereka mengaku terkejut bagaimana pasien yang sedang mengalami koma bisa memiliki kekuatan untuk melahirkan.

Karena sedang dalam proses penyelidikan, akses ke kamar pasien wanita tersebut kini dibatasi. Hanya dokter dan perawat wanita yang boleh memasukinya. Jika ada staf medis pria yang ingin masuk, maka ia harus ditemani oleh staf medis wanita.

Pihak Hacienda HealthCare sendiri mengaku menolak menyebutkan nama pasien karena mereka ingin menjaga rahasia pasien. Namun yang pasti seluruh staf medis Hacienda HealthCare akan bekerja sama dengan pihak berwenang dan akan transparan dalam menghadapi kasus ini.

“Institusi kami sudah beroperasi selama lebih dari 50 tahun dan memiliki reputasi yang sangat baik demi menyediakan perawatan khusus yang berkualitas tinggin untuk pasien kami,” tulis pernyataan resmi Hacienda HealthCare. "Sebagai penyedia Layanan Kesehatan, kami tidak dapat mengomentari pasien mana pun karena undang-undang privasi Federal dan Negara.” (DTC/VN/IG)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px