Log in

Kepsek Kepergok Colong Akses Internet


Menggunakan fasilitas sekolah untuk kegiatan pendidikan memang wajar dilakukan. Namun ulah seorang kepala sekolah (kepsek) di Chenzou, Hunan, Tiongkok, ini sudah keterlaluan. Dia mencuri akses internet sekolah untuk menambang duit uang virtual.

Pengelola sekolah memang pantas marah. Sebab ulah kepsek itu membuat taghan internet sekolah membengkak.

Dikutip dari Next Shark, Selasa (13/11), kepsek itu bernama Lei Hua. Dia menghubungkan peralatan menambang uang virtual Ethereum memakai akses internet sekolah. Tak hanya itu, untuk menghemat uang, dia juga menggunakan fasilitas listrik.

Ethereum sebenarnya sangat mirip dengan Bitcoin. Ethereum adalah jaringan peer-to-peer publik atau blockchain dengan mata uang digitalnya sendiri yang disebut Ether.

Sang kepsek yang seharusnya jadi panutan tak sadar perbuatannya telah membuat sekolah kekurangan listrik. Akses jaringan internet sekolah juga menjadi semakin lambat. Alhasil, siswa dan guru protes.

Seorang karyawan sekolah mengingatkan Hua akan masalah konsumsi listrik. Tapi, pria ini menyebut masalah itu adalah karena barang elektronik kepanasan.

Lama-lama perbuatannya terbongkar. Penambangan duit di lab menjadi terlalu bising dan sulit untuk disembunyikan. Hua ketahuan. Perbuatannya itu membuat tagihan listrik sekolah membengkak menjadi 14.714 yuan (Rp31,48 juta).

Sekadar informasi, cryptocurrencies seperti bitcoin dan ethereal meraih perhatian publik pada akhir 2017. Ketika itu, nilai bitcoin menembus level US$11.500 (Rp171,12 juta), berdasarkan Forbes. Negara-negara seperti Tiongkok telah melarang cryptocurrencies sampai pemerintah mengatur panduan dan regulasi tentang teknologi keuangan. (DCI)

26°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 4.83 km/h

  • 17 Dec 2018 28°C 22°C
  • 18 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px