Log in

Kakek yang Nikahi Gadis 25 Tahun Resmi Cerai


Masih ingat pernikahan yang pernah menghebohkan para netizen di media sosial khususnya di Sulawesi Selatan karena uang panaik atau uang mahar jumlahnya cukup fantastis. Yakni uang mahar tersebut disebut-sebut mencapai Rp 2 Miliar.

Kini rumah tangga pasangan yang melangsungkan akad nikad dan resepsi pernikahan sejak 22 April 2017 lalu di Dusun Tanah Tengah, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, itu telah berakhir alias resmi sudah bercerai.

Diketahui, sebelumnya, yaitu pernikahan mantan Wakil Walikota Pare-Pare, Tajuddin Kammisi (75) yang terpaut usia 50 tahun dengan istrinya Andi Fitriana (25) itu cukup menghebohkan dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

Lama tak terdengar kabarnya, ternyata Tajuddin sudah tidak sanggup membina rumah tangganya bersama istrinya Fitriana.
Usia rumah tangganya yang dibina hanya berjalan beberapa bulan setelah akhirnya sang suami, Tajuddin mengajukan gugatan di Pengadilan Agama (PA) Watampone, Bone. Gugatatan diajukan Tajuddin yang belum genap setahun usia pernikahannya itu digugat pada 19 Maret 2018 lalu.

Pengadilan Agama (PA) pun mengabulkan talak cerai Tajuddin atas Andi Fitriana pada Rabu 17 September 2018 lalu. Penyebab gugatan cerai yang dilayangkan Tajuddin karena diduga hadirnya orang ketiga dalam rumah tangganya, yang mana Andi Fitriana diketahui punya pria idaman lain.

Kuasa Hukum Tajuddin Kammisi, Andi Aswar Azis, bercerita bahwa perceraian itu sudah diputus di Pengadilan Agama Watampone Kabupaten Bone. Namun keduanya belum memegang akte cerai karena pihak termohon ajukan banding. Karena keduanya menikah degan akta otentik berupa surat nikah, maka juga harus diakhiri dengan akte cerai.

"Perceraian diputus tanggal 17 September 2018 di Pengadilan Agama Watampone. Tapi kami yakin itu pasti karena pak klien kami memang sudah tidak mau lagi dengan istrinya," kata Andi Aswar saat di temui di Makassar Minggu (23/9).
Pembacaan putusan cerai digelar di Pengadilan Watampone, Bone, yang dipimpin oleh Adaming dengan nomor register perkara 37/Pdt.G/2018/ PA. WTP.

Andi Azwar mengatakan selain putusan cerai, dalam sidang itu juga diputuskan terkait harta yang menjadi materi gugatan Fitriana terhadap kliennya, Tajuddin.

Menurut Andi Aswar, mengenai gugatan harta yang diajukan Fitriana, majelis Hakim hanya memutuskan kalau termohon hanya berhak atas 1 unit rumah saja.

"Majelis hakim hanya memutuskan bahwa Fitriana hanya berhak mendapatkan satu harta saja. Karena saat menikah klien saya memberikan itu sebagai mahar dalam pernikahan,” jelas Andi Aswar.

Sementara satu mobil yang juga masuk dalam materi gugatan yang diajukan Fitriana yaitu sebuah mobil Honda Civic Turbo. Namun permohonan itu ditolak hakim

Karena menurut Andi Azwar bahwa mobil itu dianggap Hakim bukanlah sebuah mahar. Melainkan mobil tersebut diserahkan sebelum akad pernikahan berlangsung.

Mobil itu sudah ada sebelum pernikahan, namun pihak A. Fitri menyatakan kalau itu adalah pemberian, tapi pada dasarnya putusan pengadilan menegaskan jika mobil itu bukanlah harta pernikahan dan masuk dalam kompetensi absolut.

"Artinya bukan kewenangan pengadilan agama untuk memutus itu sehingga dinyatakan tidak dapat diterima tentang gugatan rekonvensi tersebut mengenai mobil," jelasnya.

Tidak hanya itu, kata Andi Azwar, Fitriana juga meminta tanggungan biaya nafkah (iddah) kepada Tajuddin setelah resemi bercerai. Namun lagi-lagi permintaannya tidak dikabulkan hakim.

"Majelis hakim juga menolak permohonan Fitriana yang meminta uang tanggungan kepada pak klien kami setelah bercerai. Tapi ditolak hakim. Hanya satu yang disetujui yaitu cuma satu rumah selebihnya ditolak hakim,” ungkap Andi Azwar.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa harta gono-gini tidak menjadi hak Fitri karena kebersamaan mereka dalam rumah tangga hanya 4 bulan.

"Termohon dalam gugatan baliknya menginginkan rumah, nafkah dan mobil, namun yang hanya dikabulkan hanya mahar berupa rumah tipe 54 sesuai yang tertuang dalam surat nikah," kata dia

"Ya bukan dimenangkan, krn memang sebelumnya sudah diberikan sebagai mahar, yang namanya mahar tentu tidak etis mau ditarik kembali," lanjut Andi Azwar.

Andi Aswar menyebutkan, sidang putusan cerai tersebut hanya dihadiri oleh dirinya bersama dengan kuasa hukum Fitriana, Ilham Hasanuddin, bersama sejumlah keluarga Fitriani. Keputusan sidang tersebut kata Andi Aswar telah disampaikan kepada kliennya dalam hal ini Tajuddin.

"Menurut info pihak mereka nyatakan banding dan itu hak mereka karena memang sudah diatur dalam KUHA Perdata dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan dibacakan, namun sampai saat ini kami belum terima memori bandingnya," ungkapnya.
Sekedar diketahui, jumlah uang mahar yang dikeluarkan Tajuddin yakni sebesar Rp 150 juta, berikut 1 unit rumah, emas 200 gram dan mobil seharga Rp 490 juta. (OKZ)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 23 Oct 2018 27°C 22°C
  • 24 Oct 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px