Log in

Jasa Menangis Profesional di Pemakaman

Ami Dokli (kiri) bersama anggotanya dari kelompok jasa menangis profesional meratap di sebuah upacara pemakaman. Ami Dokli (kiri) bersama anggotanya dari kelompok jasa menangis profesional meratap di sebuah upacara pemakaman.

Dalam sebuah upacara pemakaman yang terjadi di Ghana, meratap dan berduka merupakan bagian terpenting. Sebab, seberapa keras mereka menangis dan meratap menunjukkan seberapa tinggi status sosial almarhum, atau seberapa besar dia dicintai keluarganya.

Karena itu, di Ghana dilaporkan banyak kelompok pengiring jenazah yang sengaja dibayar agar mereka meratap dan menangis di upacara pemakaman. Salah satunya adalah kelompok pengiring jenazah profesional perempuan yang dipimpin oleh Ami Dokli. Dia berujar suami anggotanya kebanyakan sudah meninggal.

Dalam wawancara dengan BBC Africa, dikutip oleh Oddity Central Rabu (4/7/2018), Dokli berkata ada keluarga yang tidak bisa menangis ketika kerabatnya meninggal.

Jadi, dia mematok bayaran untuk jasa meratap dan menangis ketika berada di pemakaman orang lain. Semakin besar upacaranya, semakin mahal harga "tangisan" mereka.

Kelompok pengiring jenazah profesional merupakan bagian kecil dari sebuah upacara pemakaman di Ghana yang dikenal meriah.

CNN melaporkan, rakyat di negara sub-kawasan Afrika Barat itu bakal menghabiskan uang untuk pemakaman sebanyak ketika pesta pernikahan.

Seorang penyelenggara pemakaman berkata, biaya untuk melaksanakan pesta pemakaman bisa mencapai 20.000 dolar AS, atau Rp288,4 juta. Upacara tersebut harus menampilkan pengiring jenazah sebanyak mungkin.

Biasanya untuk menarik pengiring, bakal dipasang pengumuman di billboard. Selain itu, agar pemakamannya sangat meriah, biayanya pihak penyelenggara menggunakan peti mati artistik, hingga pembawa peti yang bisa menari.

Pemimpin Asosiasi Jasa Menangis Pemakaman Kumasi, Madam Awo Yaadonkoh, mengataakn keberadaan pengiring jenazah profesional bisa menguntungkan finansial keluarga mendiang.

Sebab, mereka bisa mendapatkan tambahan dana dari orang yang datang dan berpartisipasi di pemakaman mereka.

"Sikap kami yang profesional menangis membuat orang bersimpati sehingga memberi uang duka lebih banyak. Itulah mengapa keluarga almarhum mengontrak kami," tutur Yaadonkoh. (KPC)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

30°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 75%

Wind: 11.27 km/h

  • 23 Sep 2018 30°C 22°C
  • 24 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px