Log in

Geger Kerajaan Ubur-Ubur

Mediasi antara MUI Kota Serang dengan Kerajaan Ubur-ubur. Mediasi antara MUI Kota Serang dengan Kerajaan Ubur-ubur.

Kerajaan Ubur-Ubur membuat geger warga Serang, Banten. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Ratu Aisyah yang mengaku sebagai Ratu Kidul. Kerajaan Ubur-Ubur terletak di Lingkungan Syabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang, yang sudah dua tahun berdiri.

Ada delapan orang pengikutnya yang ditugaskan untuk mengurus kerajaan ubur-ubur, bahkan sang Ratu Aisyah membuat struktur organisasi. Berikut struktur organisasi Kerajaan Ubur-ubur yang diduga mengajarkan aliran sesat:

Ketua penerima tamu kerajaan: Untuk laki-laki: Babe Ali; Untuk wanita: Mba Ria; Ketua Keluarga Kerajaan: Asep Alung; Ketua pengembangan program kerajaan urusan ritual: Kepala Suku Mas Nur Salim; Ketua pemberitaan dunia tentang hasil ritual: Mas Samsuri; Seksi keamanan: Riky dan Sony; Penasihat/sesepuh: Abraham Saman;
Urusan ide kreatif untuk kerajaan: Kamal dan Babe Ali; Seksi konsumsi/anggaran: Indah dan Ajeng; Urusan pertamanan: Husen.

Sekertaris MUI Kota Serang Amas Tajudin mengaku, sudah melakukan mediasi dengan pihak kerajaan ubur-ubur bersama jajaran MUI Kota Serang. Hasilnya, bahwa Kerajaan Ubur-ubur mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang perempuan.

Bahkan, Ratu Aisyah sebagai pimpinan mengatakan bahwa Allah SWT memiliki makam untuk petilasan. Menurutnya, kakbah bukan kiblat umat muslim melainkan tempat pemujaan.

"Parahnya lagi, menurut dia Hajar Aswad dicium oleh umat Islam mirip dengan kelamin wanita perempuan," kata Amas.

Terungkapnya aliran sesat itu setelah Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kota Serang mendatangi kediaman suami-istri, Rudi Chairul Anwar dan Aisyah yang mengaku utusan Ratu Kidul dan mendirikan Kerajaan Ubur-Ubur, Senin (13/8).

Di kediaman Aisyah terpampang struktur organisasi kerajaan ubur-ubur dengan kepala suku dan beberapa struktur lain. Selain itu, beberapa gambar juga terpampang yang dia antaranya merupakan lukisan Nyi Roro Kidul.

Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin mengatakan bahwa apa yang disampaikan Aisyah telah menodai Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam. Hal itu terjadi karena pernyataan Aisyah yang mengaku sebagai Sunda Wiwitan dan berbicara sebagai Ratu Kidul, sebutan Ratu Kidul, dalam kontesks umum, diasosiasikan dengan Nyi Roro Kidul.

Bahkan, Aisyah menyatakan bahwa Nabi Muhamad adalah Ahmad yang merupakan nabi asli Indonesia. Bukan hanya itu, menurut Aisyah, alasan hajar aswad dicium adalah karena mirip alat vital perempuan dan kabah bukanlah kiblat tetapi tempat memuja.

"Kesimpulannya, bahwa dia bukan Islam karena dia menyebarkan atas nama Alquran sudah meresahkan dan Islam ternodai kalau seperti itu modelnya," kata Amas usai berdialog dengan Aisyah dan beberapa pengikut Kerajaan Ubur-Ubur.

Dengan tegas, Amas menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Aisyah, termasuk pendirian kerajaan ubur-ubur, tidak benar dan bukan ajaran Islam.

"Salah. Dia selalu mengatasnamakan Alquran dan lain-lain, tapi isinya bertentangan semua. Kalau soal urusan keagamaannya, kami sudah mengatakan bahwa itu bukan Islam dan dia mengakui Sunda Wiwitan," ucapnya.

Menurut Amas, Aisyah mengaku tidak pernah beribadah di masjid atau musala. Aisyah juga mengaku mempelajari Alquran dari alam gaib. "Ia meyakini Ratu Kidul. Dia mengatakan, Islamnya dipelajari dari Alquran yang cetakan pertama dari makhluk gaib," ujarnya.

Ketua RT setempat, Surya Miharja membenarkan bahwa pengikut kerajaan ubur-ubur yang didirikan Aisyah mayoritas berasal dari luar daerah. Menurut dia, ada satu orang yang berasal dari Cilegon. "Banyak pengikut dari luar. Kebetulan, yang dari sini ada orang Cilegon satu," katanya.

Pada Selasa (14/8) dua orang pengurus Kerajaan Ubur-Ubur dipanggil oleh pihak Polres Serang Kota. Pertama adalah Sony selaku seksi keamanan dan Nursalim sebagai Ketua Program Kerajaan Urusan Ritual dan lain-lain.

Dari kedua orang tersebut yang diperiksa, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan pimpinan mereka menggunakan nama Kerajaan Ubur-Ubur hanya sekedar penamaan. Ada 8 pengikut tetap yang ikut dalam setiap kegiatan Aisyah dan suaminya.

"Sementara ini hanya nama-namaannya saja," ujar Komarudin kepada detikcom, Serang, Banten, Selasa (14/8). Di kelompok mereka, Aisyah menurutnya meminta sumbangan kepada setiap anggota. Jumlahnya tidak ditentukan dan hanya sukarela untuk mendukung kegiatan Kerajaan Ubur-ubur.

"Belum ada indikasi ke arah penipuan, kalaupun ada iuran, itu sebatas sukarela," katanya.

Polisi menurutnya terus mendalami Kerajaan Ubur-Ubur yang membuat resah warga. Termasuk apakah ada unsur penistaan agama oleh kelompok tersebut. Rencananya, pemanggilan akan terus dilakukan sampai kepada pimpinan kerajaan.
(PK/OKZ/DTC)

25°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 18 Nov 2018 28°C 23°C
  • 19 Nov 2018 27°C 23°C

Banner 468 x 60 px