Log in

Geger Bola Api Raksasa di Langit Australia


Sebuah ledakan besar dilaporkan terdengar oleh penduduk di Australia Barat, setelah bola api raksasa melintas di langit malam. Sejumlah saksi mata sempat mengabadikan momen tersebut secara tak sengaja dan mengunggah video ke media sosial. Kebanyakan rekaman berasal dari rekaman CCTV mobil yang sedang melaju di jalan raya sekitar Lembah Avon.

Warga mengatakan, objek misterius itu melaju dengan kecepatan tinggi dan berpendar di langit sekitar pukul 19.40 waktu setempat. Beberapa orang mengaku, benda tersebut tampak meledak dan "terus meluncur di balik awan".

Sebagian penduduk di Australia Barat bahkan melaporkan telah mendengar dentuman keras pada saat bola api tersebut muncul di langit.

"Putra saya melihat bola besar bercahaya jatuh dari atas, kemudian semenit kemudian ada dentuman besar yang mengguncang rumah kami," Kate Clare mengomentari sebuah postingan di halaman Facebook 'York Community Resource Center', seperti dikutip dari News.com.au, Rabu (29/8).

Bahkan ada yang mengira bahwa suara ledakan tersebut merupakan ulah manusia atau serangan dari seseorang.

"Saya melompat dari sofa dan pasangan saya berlari ke depan untuk melihat siapa yang melempar sesuatu di jendela kami dan semua tetangga melakukan hal yang sama," kata Esmeralda Harmer.

Sementara itu, laman Facebook milik Perth Observatory dibanjiri dengan unggahan dari warganet yang berupaya untuk memberikan informasi tentang benda bercahaya tersebut. Sebagian besar membagikan video dan foto yang dicatut dari Instagram.

Bola api misterius diyakini telah jatuh ke Bumi sekitar 100 km timur Perth, Australia Barat. Di samping itu, sejumlah opini timbul sebagai respons atas bola pi raksasa tersebut. Banyak yang berpendapat bahwa objek terkait adalah meteor yang memasuki atmosfer.

Department of Fire and Emergency Services mulai menerima panggilan telepon pada pukul 19.40 dari orang-orang yang mengklaim telah melihat bola api di langit.

Rosena Cox yang tinggal di Caljie, 125 kilometer timur Perth, sedang mandi ketika dia mendengar gemuruh hebat. Dia pikir ada sebuah pesawat yang jatuh.

"Aku baru saja mendengar dentuman besar, seperti ledakan dan aku hanya berpikir 'apa itu?' karena bunyinya sangat intens," ungkap Cox.

Robyn Garratt, dari kota York, 100 km timur Perth, termasuk di antara mereka yang menyaksikan insiden tersebut. "Kami mendengar bunyi ledakan, kami melihat cahaya, kami hanya berpikir bahwa itu adalah hal yang biasa terjadi, tetapi ledakan yang datang setelahnya jelas bukan guntur," katanya kepada ABC Radio Perth.

"Seisi rumah bergetar, jendela, dan anjing saya terus menggonggong. Di York, orang-orang berlari keluar, mereka berpikir bahwa langit sedang runtuh."

Para ilmuwan dari Curtin University segera mencari tahu di mana posisi pasti jatuhnya bola api raksasa itu. Demikian seperti dikutip dari ABC News.

Direktur dari Desert Fireball Networ, Profesor Phil Bland, menyampaikan bahwa pengamatan awal menunjukkan ada kemungkinan objek itu telah mendarat di Bumi.

"Orang-orang melaporkan adanya ledakan sonik, karena objek itu telah melewati atmosfer dengan kerendahan tertentu, yang merupakan pertanda yang sangat baik," sebut Bland.

"Kita dapat melakukan triangulasi terkait asal kedatangannya, seperti apa posisinya, berapa kecepatannya, ukurannya, dan letak persisnya saat masih beredar di tata surya."

Fireball Network memonitor bola api tersebut dan juga melacak keberadaannya saat ini, sehingga mereka dapat mempelajarinya.

Profesor Bland menyebut, sebagian besar meteor melaju sangat cepat di langit dan benar-benar terbakar ketika menyentuh atmosfer Bumi --hanya sekitar 2 atau 3 persen yang sampai ke tanah.

Agar tetap utuh saat menembus atmosfer Bumi, ukuran sebuah meteor harus relatif besar dan meluncur lebih lambat, yaitu sekitar 4 kilometer per detik. "Kecepatan rata-rata saat berada di puncak atmosfer adalah 17 kilometer per detik. Jika turun menjadi sekitar 4, mungkin meteor ini utuh," ucap Bland.

Pada tahun 2016, Desert Fireball Network menemukan meteorit seberat 1,15 kilogram yang mendarat di dekat Morawa, Australia Barat. Peristiwa serupa terjadi di New South Wales dan Victoria pada awal bulan ini. (LIP6)

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 9.66 km/h

  • 16 Nov 2018 29°C 22°C
  • 17 Nov 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px