Log in

Bayi Bermata Satu Lahir di RSUPanyabungan

Kadis Kesehatan Madina dr Syarifuddin Nasution saat melihat langsung kondisi bayi perempuan bermata satu yang lahir di RSU Panyabungan, Kamis (13/9).andalas|jeffry barata lubis Kadis Kesehatan Madina dr Syarifuddin Nasution saat melihat langsung kondisi bayi perempuan bermata satu yang lahir di RSU Panyabungan, Kamis (13/9).andalas|jeffry barata lubis

Bayi bermata satu berjenis kelamin perempuan yang lahir di Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kamis (13/9) sekira pukul 15.25 WIB sempat membuat kaget ibu dan ayah bayi serta tim medis rumah sakit.

Bayi yang lahir dengan kondisi bermata satu ini bisa dikatakan merupakan kejadian langka tidak hanya di Mandailing Natal atau Sumatera Utara, bahkan di dunia.

Informasi yang dihimpun andalas, bayi tersebut merupakan anak kelima dari pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Suriyanti sang ibu berdasarkan keterangan dari salah satu tim medis RSU Panyabungan saat akan melahirkan terlihat kondisinya sehat.

Dan sang ayah hingga berita ini dikirim ke redaksi belum sadarkan diri karena syok  mengetahui kondisi bayi perempuannya lahir dengan bermata satu, tidak seperti bayi yang lahir normal pada umumnya.

Diketahui, pasangan suami istri ini merupakan pendatang asal Pulau Jawa dan sang suami bekerja sebagai penambang liar.

Dari keterangan petugas yang berjaga di ruang perawatan anak menjelaskan bahwa kondisi kesehatan umum bayi tersebut di bawah normal. Sedangkan bagian tubuh bayi lainnya semua dalam kondisi normal. Bayi tersebut lahir dengan berat 24 gram dengan kondisi mata satu dan hidung tidak ada.

Kadis Kesehatan Madina dr Syarifuddin Nasution yang datang langsung melihat kondisi bayi tersebut mengatakan bahwa kejadian ini tergolong langka, dan ini kasus ke-7 terjadi di seluruh dunia.

Menurutnya, sebelum kejadian di Panyabungan (Indonesia), kasus yang sama terakhir terjadi di Negara Mesir.

Penyebab kejadian ini masih belum diketahui secara pasti. Hanya menurut dokter bisa saja karena obat-obatan atau juga akibat mercury jika dikaitkan dengan pekerjaan ayah bayi sebagai penambang, ataupun juga karena virus rubella.

"Sejauh ini kita masih kesulitan mendapat informasi karena keluarganya masih tertutup. Rencananya bayi tersebut akan dirujuk ke Medan, Sumatera Utara. Namun melihat kondisi bayi belum bisa dirujuk, kita takut di jalan ada apa- apa karena dari keterangan dokter kondisi bayi kemungkinan hanya bertahan hidup 1 sampai 3 hari," ungkapnya

Syafruddin menambahkan, saat hamil 7 bulan sebenarnya sudah diketahui ada kelainan dalam kandungan. Namun saat itu diperkirakan kelainan akan terjadi pada batok kepala. (JBL)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Sep 2018 28°C 23°C
  • 22 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px