Log in

Anak Tukang Becak Ini Lulus S2 Hanya 3 Bulan


Kisah mahasiswa S2 yang menyelesaikan studi hanya 3 bulan mendadak viral. Pasalnya, untuk bisa sukses seperti itu dibutuhkan perjuangan yang sangat menginspirasi. Berasal dari keluarga yang sederhana, tidak menjadi penghambat bagi Lailatul Qomariyah untuk menempuh pendidikan tinggi. Dia sukses meraih gelar doktor di usia yang ke-27 tahun.

Lailatul Qomariyah sukses meraih gelar doktor usai menyelesaikan pendidikan teknik kimia di Fakultas Tekhnologi Industri, ITS Surabaya. Dari jenjang S2 ke S3, Lailatul hanya membutuhkan jangka waktu tiga tahun.

Lailatul mampu menyelesaikan studi S2 dalam waktu 3 bulan melalui program fast track. Kemudian dia kembali mendapatkan beasiswa melalui Program Magister Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) seperti dilansir dari @masukkampus_new, Selasa (10/9).

Laila lahir dari keluarga yang sederhana dan ayahnya bekerja sebagai tukang becak, tidak membuat Laila minder untuk mengukir prestasi akademik yang cemerlang. Dari 80 mahasiswa lebih yang mengikuti program doktoral, hanya Lailatul Qomariyah yang siap mengikuti sidang terbuka dan dinyatakan lulus dengan nilai IPK 4.0 dan menjadi satu-satunya mahasiswa di kampusnya yang mampu menyelesaikan kuliahnya secara singkat dari jengjang S2 ke S3 hanya dalam jangka waktu tiga bulan saja.

Memulai pendidikan S1 sejak pertengahan tahun 2011, dan menamatkan S3 tahun ini, banyak menyisakan kenangan bagi anak sulung pasangan suami istri Saningrat (43) dan isterinya Rusmiati (40) ini. Laila, sapaan akrabnya, ingin mengabdi dan mengamalkan ilmunya di kampus yang dicintainya.

Berat baginya untuk meninggalkan orang-orang baik yang sudah membantu dirinya hingga meraih pendidikan tertinggi, seperti para dosen, karyawan dan pembimbing, serta promotor program S3-nya. Laila diminta oleh para dosennya untuk tetap bertahan di ITS. Selain atas permintaan itu, sejak awal kuliah, semua penelitian dilakukan di ITS. Dengan demikian, Laboratorium Fakultas Teknologi Industri, menjadi tempat yang nyaman untuk terus berinovasi.

"Aku sudah menemukan semacam chemistry di ITS. Jadi meskipun banyak tawaran dari luar, saya berat meninggalkan ITS," kata Laila. Perempuan kelahiran Pamekasan, 16 Agustus 1992 ini mengaku, sudah ada tawaran untuk kembali lagi ke Jepang dalam rangka melakukan penelitian, seperti yang dilakukannya pada tahun 2017-2018 lalu. Namun, karena jarak yang menghalanginya sehingga tawaran itu ditolaknya. "Kalau saya mau, tawaran dari Jepang sudah ada. Tapi saya masih ingin dekat dengan orang tua dan di ITS fasilitas untuk melakukan penelitian masih sangat memadai," kata alumni SMAN 1 Pamekasan ini. (OKZ/KPC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px