Log in

Anak SD Nikahi Siswi SMA


Pernikahan dini kembali terjadi di Sulawesi Selatan. Kali ini berada di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pengantin lelakinya berusia 13 tahun dan baru lulus Sekolah Dasar (SD), sementara perempuannya berusia 17 tahun berstatus siswi SMA.

Kasubag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Sofyan Ahmad membenarkan adanya pernikahan itu. "Saya sudah konfirmasi ke Humas Bantaeng, memang benar ada hal kejadian itu kemarin," ujar Sofyan saat dihubungi Dream, Jumat 31 Agustus 2018.

Ia berujar, pernikahan yang dilakukan anak di bawah umur itu dilakukan secara siri dan tidak didaftarkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. "Tidak pernah dilaporkan ke kita, tidak melalui KUA," ucap dia.

Sofyan menjelaskan, keduanya dinikahkan secara siri oleh orangtua. Meski demikian, ia belum dapat menjelaskan kronologi lengkap terkat pernikahan tersebut.

" Tidak melaporkan pernikahan itu ke KUA, karena dinikahkan langsung oleh orangtuanya," kata dia. Hingga kini, Kakanwil Kemenag Bantaeng tengah menyelidiki peristiwa tersebut. " Kepala KUA sedang kroscek, turun ke lapangan," ujar dia.

Asmara Terlarang
Lain pula kisah pertemanan antara murid (SD), sebut saja Putra, 14 tahun, dan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebut saja Putri, 16 tahun, di Tulungagung, Jawa Timur yang menjadi perhatian publik.

Pertemanan dua anak berusia di bawah 17 tahun itu menjurus ke asmara terlarang. Hubungan asmara itu membuat si Putri hamil enam bulan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih mengatakan, telah bertemu kedua orang tua anak itu.

"Kami bersama Lemabaga Perlindungan Anak sudah berkunjung dan bertemu orangtua kedua anak itu," kata Retno, sehari lalu. Tetapi, dari pertemuan yang berlangsung belum ada titik temu antar kedua orangtua.

"Secara aturan jelas tak mengizinkan pernikahan, selain itu juga mempertimbangkan aspek psikologis dan kesehatan, tentu belum siap berumah tangga," ucap dia.

Wacana untuk menikahkan si Putra dan si Putri terlintas segera ditanggapai Kantor Urusan Agama (KUA). Karena alasan belum cukup umur, KUA menolak rencana itu.

KUA hanya dapat menikahkan kedua anak itu jika orangtua mendapat bukti dispensasi perkawainan dari Pengadilan Agama Tulungagung. "Karena sesuai aturan pemerintah, KUA pasti tak menerima pernikahan di bawah umur," kata Kepala Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung, Sunarto. (DCI)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Sep 2018 30°C 22°C
  • 22 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px