Log in

WR I ITM Dr Hermansyah Alam MM, MT: Stigma ‘Job Seeker’ Harus Diubah Jadi ‘Job Creator’’

Dr Hermansyah Alam MM, MT, IPM Dr Hermansyah Alam MM, MT, IPM

Medan-andalas Stigma ‘job seeker’ (pencari kerja) menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi Indonesia saat ini, sehingga yang perlu diubah pertama kali adalah paradigma berfikir para lulusan di tengah pertumbuhan ekonomi yang rendah dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas.

“Stigma lulusan perguruan tinggi harus diubah dari ‘Job Seeker’ menjadi  ‘Job Creator’ atau pencipta lapangan pekerjaan,” kata Wakil Rektor I Institut Teknologi Medan (ITM) Dr Hermansyah Alam MM, MT, IPM (Insinyur Profesional Madya), di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Jumat (31/8/).

Mengubah stigma job seeker menjadi job creator, menurut Herman, merupakan salah satu program kerja dirinya saat dilantik sebagai ketua Ikatan Alumni Jurusan Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN-SU. Pelantikan dilakukan oleh Rektor UIN-SU Dr Saidurrahman, MAg UIN-SU, baru-baru ini.

Herman menuturkan, program kerja tersebut juga merupakan misi pemerintah yang ingin mengubah mindset atau pola pikir lulusan perguruan tinggi.

Herman yang meraih gelar IPM (Insinyur Profesional Madya) ini melihat mayoritas lulusan perguruan tinggi lebih memilih bekerja sebagai buruh, karyawan, pekerja yang dibayar oleh suatu instansi tertentu dibandingkan bekerja mendiri dan mempekerjakan orang lain atau wirausaha. Sedangkan bekerja mandiri dan mempekerjakan banyak orang, justru dikontribusikan lebih banyak oleh lulusan sekolah dasar dan menengah.

Perguruan tinggi, kata dia, adalah salah satu tempat yang paling pas untuk melakukan pendidikan kewirausahaan. Bahkan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ingin menjadikan program kewirausahaan sebagai salah satu program prioritas nasional yang harus dijalankan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Disebutkannya, berdasarkan pakar ekonomi, pengusaha Indonesia hanya mencapai 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia (260 juta).

“Ini masih sangat minim. Seharusnya Indonesia sudah mencapai 3 persen dari jumlah penduduknya sebagai pengusaha. Tapi kalau Indonesia bisa meningkatkan pengusaha dua hingga 3 persen, minimal perekonomian kita sama seperti Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Menurutnya inilah tugas perguruan tinggi ke depan mendorong lulusannya menjadi job creator masa depan. Terkait pelantikannya menjadi Ketua Alumni Jurusan Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN-SU, Herman menyebutkan pihaknya punya program kerja yang tidak muluk-muluk. Pertama, kata dia, bekerjasama dengan kepala program studi Pascasarjana Ekonomi Syariah untuk melaksanakan jurnal internasional yang berindeks atau bereputasi atau disebut jurnal scopus.

Kedua, pengurus alumni akan membuat Yayasan Ikatan Alumni Ekonomi Syariah yang bertujuan untuk membangkitkan ekonomi syariah khususnya di Sumut dan menciptakan job creator dan bukan job seeker. Jika ini terjadi maka akan bagus untuk kemajuan perekonomian di Indonesia dan mengarah pada kesejahteraan.

Pada kesempatan itu, Herman menyebutkan untuk mewujudkan program kerja Ikatan Alumni Jurusan Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN-SU, dirinya dibantu beberapa pengurus, antara lain Dr Muslim Marpaung MA (wakil ketua), Salman Nasution SEI, MA (sekretaris), dan Dr Hj Siti Mujiatun, MA (bendahara) dan lainnya. (HAM)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Sep 2018 27°C 22°C
  • 26 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px