Log in

Wabup Pidie: Syukuri Dana Desa, Jangan Kufur


Sigli-andalas Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud ST dengan nada tinggi mengingatkan seluruh kepala desa (keuchiek) dan masyarakat di daerahnya agar tidak menjadi manusia kufur, terus berselisih faham terkait pengelolaan dana desa.

"Saya tegaskan, dana pembangunan desa itu merupakan rahmat besar yang harus disyukuri oleh masyarakat dan kepala desa," kata Wabup Pidie pada acara lepas sambut Camat Keumala dari Gabaruddin SE kepada Safrizal STTP, Senin (18/2) sore di Aula Kantor Camat Keumala.

Wabup Fadhlullah dalam pengarahannya mengatakan, dirinya bersama kepala dinas dan para camat baru saja menghadiri Musrenbang di Kecamatan Tangse. Dalam Musrenbang itu, dia mendengar laporan satu mewakili tokoh masyarakat Keumala, yakni Muhammad Risyad menyangkut berbagai persoalan di antaranya konflik manusia dengan gajah.

Selain itu, lanjut Wabup Fadhlullah, masalah dana desa yang cukup parah. Banyak kepala desa di Kecamatan Keumala harus mundur akibat berkonflik dengan masyarakatnya.

Fadhlullah mengakui, ia menyimak secara seksama laporan M Risyad, salah seorang Kepala Mukim Keumala yang menyebutkan, masalah bantuan dana desa ibarat konflik saat darurat militer di Aceh.

Digambarkannya dana desa tersebut membuat banyak kepala desa di Keumala mundur, karena tidak mampu menahan caci maki masyarakatnya sehingga membuat malu di mata keluarganya.

“Ini sudah sangat keterlaluan. Seharusnya masyarakat dan kepala desa harus bersyukur  dengan adanya dana desa,” kata wabup menanggapi persoalan tersebut.

Karenanya, selaku Wakil Bupati Pidie, saudara saudara, baik kepala desa, kepala mukim, serta masyarakat dimana pun di Kabupaten Pidie, agar tidak kufur dengan rahmat dana desa yang telah banyak membawa manfaat," sebut Wabup Fadhlullah.

Wabup Fadhlullah mencontohkan, dana desa selain membantu membangun rumah dhuafa, bantuan anak yatim, juga untuk membayar jerih mukim, jerih kepala desa, perangkat desa, mebangun jalan desa, dan membantu kegiatan keagamaan. “Saya sekali lagi berharap agar kita semua harus bersyukur atas rahmat Allah lewat dana desa,” tandasnya.

Wabup Fadhlullah kemudian mencontohkan, dulu mengaji tidak dikenakan biaya oleh guru ngaji, cukup bersedekah minyak lampu. Itupun, kalau ada kelebihan. Tapi sekarang ini, mengaji harus bayar uang bulanan. Tentu desa dapat memanfaatkan dana desa sesuai yang telah digariskan untuk kegiatan ke agamaan. (dhian)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px