Log in

TobaPulp Hormati Hak-Hak Masyarakat Adat


Medan-andalas Menyikapi aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) di Kementerian Lingkungan Hidup, PT Toba Pulp Lestari (TobaPulp) menegaskan bahwa dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perseroan senantiasa menghormati hak-hak komunitas dan masyarakat adat di seluruh wilayah operasionalnya.

Perusahaan selalu menjunjung tinggi peraturan dan undang-undang yang berlaku dalam menjalankan kegiatan industri hutan tanaman dan pabrik pengolahan bahan baku pulp.

"Bila ada klaim yang disampaikan terkait wilayah atau hutan adat yang bersinggungan dengan wilayah konsesi HTI perseroan, kami mendorong upaya-upaya penyelesaian sesuai dengan aturan yang berlaku sebagaimana telah diatur di dalam Undang-Undang Kehutanan Nomor 41 serta aturan dan ketentuan lain yang terkait," kata Direktur TobaPulp Mulia Nauli dalam keterangan persnya, Rabu (14/8).

Sebagai perusahaan terbuka dan objek vital nasional, katanya, pihaknya menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan di dalam menyelesaikan semua persoalan yang ada sesuai dengan mekanisme yang telah diatur di dalam UU.

Mendorong upaya-upaya penyelesaian win-win solution dengan menjalankan program kemitraan dengan masyarakat desa terkait wilayah atau area yang diklaim sebagai wilayah adat dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

"Program kemitraan yang telah berjalan dengan baik kami lakukan bersama komunitas adat Nagahulambu, di mana perseroan mendukung penyiapan lahan pertanian, penyediaan bibit tamanan, pupuk serta pendampingan agar program kemitraan tersebut dapat sukses," urainya.

Perseroan juga menjunjung tinggi dan menghormati izin yang diberikan oleh negara pada tanah konsesi dan telah dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.

TobaPulp sebagai pemegang izin juga berkewajiban untuk memastikan konsesinya tidak berubah peruntukan, termasuk mencegah terjadinya kerusakan akibat perambahan, penyerobotan, pembalakan liar, dan semacamnya. Menurutnya, TobaPulp sangat menghormati hak masyarakat adat dan hak komunitas yang ada di wilayah kerja perusahaan.

Dengan mengedepankan proses dialog yang transparan serta melibatkan pemerintah dan para pemangku kepentingan seandainya ada klaim dari masyarakat dan mendorong penyelesaian masalah, sesuai UU dan peraturan yang berlaku. Salah satu penghormatan lain yang telah dicapai oleh perusahaan terhadap masyarakat adat adalah dengan melepas sekitar 5.172  hektare lahan atas izin konsesi untuk masyarakat adat Pandumaan Sipituhuta.

Dalam keterbukaan informasi, Mulia juga menjelaskan, perusahaan membuka diri untuk kebutuhan informasi akan perusahaan dan proses pembangunan hutan yang dilaksanakan oleh perusahaan. Mulia menyebutkan, perusahaan saat ini memiliki hotline pengaduan perusahaan di nomor 0812–6210–461 dan email pengaduan di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

“Ini adalah salah satu bentuk pelaksanaan lima komitmen perusahaan bahwa perusahaan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bagi negara, bagi iklim, bagi pelanggan, dan akhirnya bagi perusahaan," tutupnya. (AND)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px