Log in

Red Hat Kelola Lebih 4 Juta Sistem Pelanggan di Dunia


Jakarta-andalas Red Hat Inc, penyedia solusi open source terkemuka di dunia, Kamis (19/9) mengumumkan bahwa lebih dari empat juta sistem pelanggan di seluruh dunia kini diotomatisasi oleh Red Hat Ansible Automation.

Pelanggan-pelanggan tersebut, termasuk Energy Market Company, Microsoft, Reserve Bank of New Zealand dan Surescripts, semuanya menggunakan Red Hat Ansible Automation untuk mengotomatisasi dan mengatur operasi TI mereka, serta membantu memperluas otomatisasi lintas stack TI.

Sejak diluncurkan tahun 2013, Red Hat Ansible Automation telah menyediakan satu tool untuk membantu perusahaan dalam mengotomatiskan seluruh operasi dan pengembangan TI mereka, termasuk infrastruktur, jaringan, cloud, keamanan, dan lainnya.

“Pada tingkat global kami telah melihat perusahaan memilih Red Hat Ansible Automation tidak hanya karena kesederhanaan, skalabilitas, dan kompabilitas yang disediakannya, tetapi juga karena kemampuannya untuk mendorong transformasi budaya dalam perusahaan," kata Thomas Anderson, Ansible Business Owner, Red Hat.

"Kami kini berupaya untuk membuat kolaborasi menjadi lebih mudah antartim sehingga membantu memecah silo otomatisasi dan menerapkan otomatisasi di seluruh bagian perusahaan.”

Datacom dan Microsoft, di antara banyak pelanggan lainnya, akan membahas tentang penerapan Red Hat Ansible Automation dan pengalaman mereka dalam mengotomatisasi seluruh perusahaan mereka di AnsibleFest Atlanta yang akan diadakan pada tanggal 24-26 September 2019.

Datacom adalah mitra Red Hat terbesar di Selandia Baru, dan ketika Reserve Bank of New Zealand mengumumkan pada bulan November 2013 bahwa mereka melakukan peninjauan strategis terhadap salah satu sistem utamanya, mereka beralih ke Datacom untuk menampung, membangun, mendukung, dan mengoperasikan infrastruktur.

Untuk membantu mengotomatiskan peningkatan yang diperlukan, Reserve Bank of New Zealand bekerja sama dengan Datacom mengimplementasikan Red Hat Ansible Automation.  Setelah dua tahun, puluhan ribu baris code dan pembuatan ratusan playbook dan peran, tim telah mengodekan persyaratan pembuatan dan membangun semua lingkungan yang diperlukan dengan menggunakan Ansible, termasuk server dan aplikasi yang diinstal dengan benchmark kinerja berkelanjutan, fine-tuning dan pengujian ekstensif.

“Pada akhirnya, Red Hat Ansible Automation dipilih karena kemampuan orkestrasi yang dimilikinya. serta kesederhanaan dan efisiensinya yang radikal untuk penyebaran tingkat enterprise multi-tier,” ungkap Joseph Tejal, Systems Engineer, Datacom.

Demikian pula dengan Energy Market Company (EMC), pasar listrik liberal pertama di Asia. Perusahaan itu dijadwalkan memperbarui hardware server dan aplikasi untuk penyelesaian inti dan sistem mesin Market Rules mereka.

Dengan Red Hat Ansible Automation, EMC telah dapat mengotomatiskan proses integrasi software, pengujian dan penerapan sehingga memungkinkan perusahaan untuk membangun, menguji dan merilis software secara lebih cepat, lebih sering dan lebih andal.

“Dengan teknologi Red Hat, kami telah mampu untuk mentransformasi infrastruktur secara digital, mempersiapkan kami untuk pertumbuhan di masa depan di pasar ini, serta memungkinkan kami untuk menyesuaikan skala NEMS System ke atas dan ke bawah dengan mudah sesuai kebutuhan,”  kata Lau Chee Kiong, Senior Vice President, Technology, Energy Market Company.

Sementara Microsoft dengan ratusan insinyur yang tersebar di lebih dari 600 lokasi di seluruh dunia, membutuhkan solusi yang mudah dipahami dan sederhana untuk dibagikan di seluruh tim dan lokasi geografis.

Microsoft menerapkan Red Hat Ansible Automation di Azure untuk mentransformasi cara mereka mendesain, membangun, dan menggunakan jaringan TI dalam skala besar. Melalui otomatisasi dengan Red Hat Ansible Automation, perusahaan telah menghemat sekitar 3.000 jam kerja per tahun dan berhasil mengurangi downtime secara drastis.

“Mengadopsi Red Hat Ansible Automation tidak hanya mengubah cara jaringan kami dikelola, tetapi juga memicu transformasi budaya dalam perusahaan kami,” aku Bart Dworak, Software Engineering Manager, Infrastructure and Operations, Network, Microsoft. (GUS/REL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px