Log in

Pupuk Bersubsidi, Edy Minta Jatah Sumut Ditambah

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberi keterangan kepada wartawan. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberi keterangan kepada wartawan.

Medan-andalas Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merespons cepat persoalan pengurangan jatah alokasi pupuk bersubsidi untuk daerahnya dengan menyurati Menteri Pertanian. Kepada Menteri Pertanian (Mentan), Gubernur meminta agar jatah alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumut ditambah.

Kepada wartawan, Edy mengatakan pihaknya sudah menyurati Kementerian Pertanian terkait kesalahan data luas baku lahan pertanian sehingga menyebabkan berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi di Sumut.

"Masalah ini sudah teratasi. Sebelumnya memang ada kesalahan data lahan sehingga alokasi pupuk Sumut dikurangi," ujar Edy menjawab wartawan usai menunaikan Salat Zuhur di Masjid Agung Medan, Rabu (15/5).

Edy kemudian meminta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Ir Dahler dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar Harahap menjelaskan lebih jauh persoalan itu kepada wartawan.

Azhar yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura  Sumut menjelaskan persoalan pengurangan alokasi pupuk bersubsidi berawal dari penetapan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, bahwa lahan di Sumut berkurang 171 ribu hektare. Data ini menjadi acuan Kementerian Pertanian mengalokasikan pupuk bersubsidi.

"Sementara setelah kita lakukan pendataan di lapangan berdasarkan data seluruh PPL dan ditandatangani kepala desa dan camat, setelah ditotal lahan sawah kita 397 ribu hektare, hanya kurang 37 ribu hektare," jelas Azhar.

Berdasarkan penetapan luas baku lahan sawah tersebut, Azhar saat itu bersama sama anggota DPRD Sumut mengikuti rapat dengan Komisi IV DPR RI dihadiri Menteri Pertanian.

"Dalam rapat tersebut telah disepakati alokasi pupuk bersubsidi yang ada sekarang digunakan dahulu, kemudian setelah 50 persen terealisasi baru dapat diajukan lagi penambahan alokasi. Jadi tidak ada lagi masalah. Ini sudah disetujui Komisi IV," jelas Azhar.

Ditambahkannya, berdasarkan langkah-langkah yang diambil Gubernur Sumut terhadap data luas baku lahan sawah yang sebenarnya, maka pemerintah pusat sudah menyetujui bahwa alokasi pupuk bersubsidi Sumut akan disesuaikan berdasarkan usulan Gubernur untuk lahan sawah seluas sebesar 397 ribu Ha.

Adapun alokasi pupuk subsidi di Sumut tahun 2019 sebanyak 251.909 ton atau berkurang signifikan dari alokasi tahun 2018 sebanyak 437.392 ton.

Sementara itu Dahler menambahkan saat ini realisasi penyerapan pupuk bersubsidi sudah mencapai 50 persen, sehingga sudah dapat diajukan penambahan dan realokasi penggunaan pupuk bersubsidi. "Bulan ini kami akan mengajukan penambahannya," kata Dahler.

Dijelaskan Dahler, pihaknya akan terus memantau perkembangan kebutuhan pupuk bersubsidi di Sumut. "Sesuai perintah Gubernur kepada kami, ini akan terus dipantau di lapangan," kata Dahler. (G/RED)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px