Log in

Program Pensiun Bakal Beralih ke BP Jamsostek


Taspen dan Asabri Tetap BUMN

Jakarta-andalas Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menegaskan peralihan beberapa program di PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) ke BP Jamsostek tidak boleh sampai menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Sri Rahayu di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan. Dia bilang, program yang akan dialihkan ke BP Jamsostek adalah terkait dengan tabungan hari tua (THT) dan pembayaran pensiun yang sesuai dengan UU sistem jaminan sosial nasional (SJSN).

"Kalau ada kekhawatiran pegawai Taspen dan Asabri mau dibagaimanakan, tidak boleh mem-PHK yang ada di Taspen dan Asabri," kata Sri di Jakarta, Jumat (21/2). "Sebagaimana dilakukan Askes beralih ke BPJS Kesehatan, semua tenaga yang ada di Askes ada pada BPJS Kesehatan dan itu sudah jalan," tambahnya.

Sri mengungkapkan rencana peralihan beberapa program Taspen dan Asabri ke BP Jamsostek paling lambat direalisasikan tahun 2029. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Lamanya masa peralihan, dikatakan Sri karena banyak yang harus dipersiapkan pemerintah. Salah satunya memastikan manfaat yang selama ini berjalan tidak boleh mengalami penurunan.

"Karena kita tahu harus dilakukan tahap demi tahap, Taspen kemudian Asabri itu milik BUMN sehingga aturannya berbeda tapi itu sudah dipertimbangkan banyak norma bahwa di dalam pengalihan tidak boleh dan ada beberpa prinsip yang harus dipatuhi," ungkap dia.

Tetap BUMN

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyebut PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) akan tetap berstatus perusahaan BUMN, meskipun program pensiun yang dikelolanya beralih ke BP-Jamsostek. Peralihan program merupakan amanat Undang-undang Nomor 40 Tahun 2020 dan UU 24/2011.

Masing-masing UU mengatur mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pasal 65 ayat 1 UU 24/2011 menyebut Taspen dan Asabri harus menyelesaikan transformasi paling lambat 2014. Kemudian, pengalihan program dilakukan paling lambat 2029 mendatang.

Namun, Anggota DJSN Indra Budi Sumantoro memastikan status Taspen dan Asabri tidak akan berubah alias tetap BUMN. "Bisa tetap BUMN. Karena, tidak ada klausul yang menyuruh membubarkan mereka," ujar Anggota DJSN Indra Budi Sumantoro, Jumat (21/2).

Lagipula, ia melanjutkan, program yang dialihkan terbatas pada program Tabungan Hari Tua (THT) dan pensiun. Artinya, program yang tidak terkait dengan SJSN akan tetap dikelola Taspen dan Asabri. Beda ceritanya dengan transformasi PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan karena program yang dilakukan serupa.

"Kalau BPJS Kesehatan jelas, Askes bertransformasi jadi BPJS Kesehatan. Beda sama ini, tidak ada perintah transformasi hanya pengalihan program sesuai SJSN, itu saja," terang Indra.

Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian Keuangan Didik Kusnaini bilang untuk merealisasikan rencana peralihan program tersebut, pemerintah tengah menyusun peta jalan (road map) yang mencakup program sesuai SJSN.

"DJSN sudah menyusun naskah akademiknya dan sedang diselesaikan oleh pemerintah, sedang dikaji," imbuh dia. Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar meminta pemerintah mempercepat penyelesaian road map. Dengan begitu, seluruh instansi terkait dapat mempersiapkan transisinya.

"Menurut saya harus dipercepat supaya ada kejelasan, yang saya lihat pemerintah sedikit tidak. Menteri PAN-RB dan Taspen semangatnya tidak mau transformasi program," tandasnya.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BP Jamsostek Sumarjono memastikan pihaknya siap untuk menampung dana kelolaan pensiunan PNS, TNI, dan Polri. Apalagi, pihaknya telah berpengalaman menjalankan pengalihan program selama 42 tahun.

"Itu adalah modal besar bagi kami. Kami bisa dan profesional untuk hal ini. Sumber Daya Manusia pun kami siapkan, untuk mumpuni dan melayani peserta program pensiun. Sistem informasi juga sudah kami siapkan," klaim Sumarjono.

Adapun, Hingga akhir Desember 2019, total dana yang dikelola BP Jamsostek sebesar Rp 431,67 triliun. Sementara dana yang dikelola Taspen mencapai Rp 231 triliun sepanjang 2018.

Pada 1996, BP Jamsostek menerima peralihan jaminan hari tua BUMN dari Taspen dan 2014 pengalihan program jaminan pemeliharaan kesehatan dari Jamsostek ke BPJS Kesehatan. "Kemudian di sisi lain, kami katakan siap ada infrastruktur yang kami miliki, termasuk SDM pun itu kami siapkan. Kami memiliki SDM yang mumpuni semua program," tambahnya. (G/DTF/CNNI/CNBC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px