Log in

Polda Sumut Soroti Kebocoran PAD Medan


Medan-andalas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) saat ini tengah menyoroti kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Praktik penyelenggaraan yang karut marut kabarnya menjadi penyebab miliaran rupiah potensi pemasukan daerah diduga diselewengkan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto menegaskan, kebocoran itu menjadi salah satu perhatiannya. Dari hasil analisisnya, potensi PAD di tahun 2018, katanya mencapai Rp139 miliar, namun per Oktober kemarin yang masuk ke kas daerah hanya Rp8-9 miliar sehingga dinilai tak wajar.

"Maka dari itu, ini yang tengah kita selidiki, kenapa bisa begitu. Pemerintah daerah ini kan perpanjanjangan tangan pemerintah pusat. Intinya, bagaimana masyarakat bisa merasakan kehadiran negara di dalam kehidupannya," ujar jenderal bintang dua tersebut ketika berkunjung ke Warkop Jurnalis Jalan H Agus Salim, Medan, Kamis (13/12).

Dia menyinggung soal penyelewengan pajak dan retribusi dari sejumlah pos-pos pemasukan daerah, diantaranya dari izin mendirikan bangunan (IMB), bahkan sampai ke pemasukan dari retribusi parkir yang terjadi di Medan. Karena itu, Polda Sumut bakal menyelidiki potensi kebocoran PAD dari pajak dan retribusi Kota Medan.

"Data terakhir yang didapat dari IMB target pemasukan pada 2018, yakni Rp147 miliar, sampai November baru Rp23 miliar. Ada Rp124 miliar potensi lost (hilang). Kemudian, potensi (retribusi) parkir Rp43,8 miliar yang diserap Rp16,8 miliar. Ada potensi lost Rp27 miliar. Padahal, inikan kalau bisa diserap dengan baik, bisa digunakan untuk masyarakat," katanya.

Dia mengaku pihaknya sudah memperingatkan Pemko Medan agar benar-benar bekerja mengumpulkan potensi-potensi pendapatan daerah.

"Inilah kesempatan saya, selama ini saya tinggal di Sumut, dan ini kesempatan terakhir saya selagi menjabat Kapolda Sumut. Kita dorong dan desak Pemko Medan untuk meraup seluruh potensi-potensi itu demi kebaikan. Masak untuk yang baik nggak mau," katanya.

Sementara, Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ronni Samtana yang turut mendampingi Kapolda dalam kesempatan itu mengaku pihaknya sudah mengimbau secara persuasif selain akan melakukan tindakan tegas terkait dugaan penyelewengan-penyelewengan yang berpotensi menyebabkan kebocoran PAD tersebut.

"Seperti kemarin, kita ada melakukan OTT soal permainan pajak restoran. Pertama, caranya akan diimbau untuk berbenah, kalau tidak mau dicubit, kalau enggak juga mau kita tindak," tegasnya.

Kata dia, sejumlah penyelewengan itu karena adanya tangan-tangan tak terlihat dan tersentuh yang bermain. "Ada banyak invisible hand yang bermain di sana. Makanya, itu yang menyebabkan kebocoran-kebocoran tadi terjadi," katanya.

Pos-pos yang menjadi potensi penyelewengan, menurut Ronni, diantaranya pendidikan, kesehatan, pelayanan terpadu, dinas sosial, Badan Lingkungan Hidup (BLH), kebersihan, pekerjaan umum (PU).

"Dalam program 100 hari Kapolda Sumut, beliau sudah menegaskan dan memaksa agar Pemko Medan bekerja maksimal. Jangan sampai ada penyelewengan, bila tidak akan ditindak," pungkas Ronni. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px