Log in

PGN Tidak Pernah Sediakan Stok Gas, Kebutuhan Gas di Sumut Tetap Cukup

Sejumlah petinggi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk  Area Medan berpose bersama wartawan dalam acara Media Gathering di Pulau Samosir Kamis (11/10) siang. andalas/ist Sejumlah petinggi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Area Medan berpose bersama wartawan dalam acara Media Gathering di Pulau Samosir Kamis (11/10) siang. andalas/ist

Samosir-andalas Kebutuhan gas para pelanggan di Sumatera Utara hingga kini dipastikan cukup bahkan berlebih karena selain gas yang dimiliki PT Perusahaan Gas Negara (PGN) juga beberapa perusahaan menawarkan gas ke perusahaan BUMN ini.

“Kita tidak pernah sediakan stok gas, namun seberapa pun gas yang diminta pelanggan tetap cukup. Tidak ada masalah dengan gas kita,” tegas Saiful Hadi, Sales Area Head Medan PT PGN Tbk kepada wartawan dalam acara Media Gathering di Pulau Samosir, Kamis (11/10) siang.

Selain Saiful, pembicara lainnya Head Gas Distribution Management Regional (GDMR) III PT PGN Tbk Herry Yusuf. Hadir juga Humas PGN Medan Yusnani.

Ia menjelaskan jumlah pelanggan industri saat ini sebanyak 47. Total pelanggan 19.996 terdiri dari pelanggan Rumah Tangga 19.474, pelanggat kecil 402, industri dan komersil 120.

Jumlah pelanggan sebut dia  cenderung menurun dibanding tahun 2016 yang mencapai 20.000-an. “Penurunan ini karena banyak pelanggan yang menunggak pembayarannya sehingga penyalurannya dihentikan,” jelas Saeful.

Ia menambahkan energi gas dari PGN lebih murah dibanding energi gas LPG. Kalau 1 tabung LPG 50 kg seharga Rp650.000 maka setara gas bumi 62,92 meter kubik harganya Rp344.180 sehingga bisa hemat 47 persen. Dibanding solar, harga 1 liter Rp11.850 sama dengan gas bumi 1,02 meter kubik seharga Rp5.570. Jadi hemat 53 persen.

“Kami terus meningkatkan layanan ke pelanggan,” tegas Saeful. Layanan terbaru, katanya, pelanggan bisa memonitor pemakaiannya lewat gadget melalui PGN mobile. Pelanggan juga bisa menyalurkan aduan ke 1500645.

Saiful menyebutkan PGN holding dengan Pertamina kini jadi “PGN a member of Pertamina” membuat pasokan gas ke PGN juga tidak ada masalah ditambah lagi anak perusahaan Pertamina yakni Pertagas diakuisi PGN. “Untuk distribusi gas ke pelanggan juga tidak ada masalah,” jelasnya.

Pasalnya,  PGN di Medan saat ini memiliki pipa distribusi sepanjang 627 km dan pipa transmisi 30 km. Sumber pasokan gas berasal dari Arun dan Pangkalan Susu. Dari Arun, ada gas sumur sekitar Arun dan gas LNG yang didatangkan dari Irian Jaya.

Dikatakannya, gas tersebut didinginkan dulu sampai minus 160 derajat Celcius sampai di Arun digasifikasi atau diubah menjadi gas selanjutnya melalui pipa disalurkan ke Belawan. Gas dari Arun itupun bercampur dengan gas dari Triangle Pase dan sumur-sumur lainnya.

Menurutnys, gas LNG dari Arun yang masuk ke Belawan cukup tinggi sehingga kalangan industri di Medan dulu pernah berteriak harga mahal. Sehingga PGN mencari solusi dengan sumber di sumur-sumur baru di Aceh dan kemudian harga gas untuk industri pada Pebruari 2017 turun dari 12,2 dolar AS per MMBTU (Million Metric British Thermal Unit) menjadi 9,95 dolar AS per MMBTU.

Menyinggung jaringan gas (Jargas), Saeful menyebut di Medan tahun ini sebanyak 5.000 dan Deliserdang juga 5.000. Sebenarnya pasokan untuk pelanggan 19.474 rumah tangga serapannya sangat kecil hanya sekira 0,3 MMBTUD dari total 12-13 MMBTUD. “Pokoknya kalau ada penambahan pelanggan gas kita cukup,”ungkapnya.(Siong)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px