Log in

Pertemuan Jokowi-Prabowo Gimmick Politik


Hanya Solusi Jangka Pendek di Bidang Ekonomi

Jakarta-andalas Pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Stasiun MRT mendapat sambutan positif di media sosial dan dunia usaha. Namun, ekonom menilai pertemuan mereka hanya solusi jangka pendek di bidang ekonomi.

Pakar ekonomi Fithra Faisal dari Universitas Indonesia (UI) memandang pertemuan Jokowi dan Prabowo sebagai gimmick politik jangka pendek. Kehadiran sentimen positif terhadap rupiah pun diprediksi hanya berlangsung beberapa bulan saja.

"Untuk membalikan sentimen positif seperti rupiah, ya itu jangka pendek, tak akan terlalu banyak berpengaruh di jangka menengah dan panjang. Bulan-bulan ini kita akan ada sentimen cukup positif, tetapi saya merasa butuh effort yang luar biasa karena ini gimmick politik saja. Harus ada realisasi di lapangan," ujar Fithra, Minggu (14/7).

Fithra menyebut ada masalah fundamental ekonomi yang tak akan selesai lewat pertemuan Jokowi dan Prabowo. Contohnya adalah masalah naiknya impor yang menyebabkan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD).

Meski pertemuan Jokowi dan Prabowo memberikan semangat ke pasar, masalah CAD belum tentu dapat selesai mengingat kinerja industri yang sedang menurun dan mengurangi kontribusi pertumbuhan ekonomi. Belum lagi adanya bermacam masalah ekonomi yang menumpuk.

"Sebenarnya banyak sekali masalah yang harus dibenahi terutama terkait CAD, kinerja industri, produktivitas, SDM, dan lain-lain, belum lagi ditambah dengan tekanan dari segi global," ujarnya.

Fithra pun berharap akan ada follow up dari pertemuan Jokowi dan Prabowo. Salah satunya seperti memilih menteri ekonomi yang berkemampuan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Sementara Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebutkan setelah pertemuan Jokowi-Prabowo tersebut diharapkan akan terjadi rekonsiliasi yang menguntungkan. Terutama setelah pihak oposisi dipastikan akan berkurang dan merapat pada kubu pemerintah.

"Memang harapannya terjadi rekonsiliasi dan rekonsiliasi ini bisa mendorong stabilitas politik dan kita melihat dari sisi parlemen misalnya sekarang yang menyatakan oposisi hanya PKS dan Gerindra kemarin sudah semacam rekonsiliasi, artinya untuk komposisi dia menjadi berkurang kemudian dari sisi PAN dan Demokrat kemungkinan akan bergabung pada kabinet Jokowi yang periode kedua," kata dia, Minggu (14/7).

Dengan demikian, menurutnya pemerintah dapat menjadi lebih fokus untuk menjalankan tugas-tugasnya. Terutama meningkatkan kinerja di beberapa sektor yang masih perlu penguatan seperti ekspor dan investasi.

"Ini menjadi sentimen yang positif sebenarnya bagi stabilitas makroekonomi jadi pemerintah bisa lebih fokus untuk mendorong kinerja - kinerja yang jangka menengah seperti menggenjot ekspor, menarik lebih banyak invetasi dan menurunkan defisit transaksi berjalan dan stabilitas rupiah, pasar juga," tutupnya. (LIP6/MDK)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px