Log in

Perbankan Syariah Miliki Potensi Besar Dalam Pembiayaan Sektor Korporasi

MENJAWAB PERTANYAAN – Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (tengah) menjawab pertanyaan wartawan bersama Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean (kiri) dan Regional Head Sumatera CIMB Niaga Maya Sartika (kanan) pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga di Hotel JW Marriott Medan, Senin (11/2/). MENJAWAB PERTANYAAN – Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (tengah) menjawab pertanyaan wartawan bersama Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean (kiri) dan Regional Head Sumatera CIMB Niaga Maya Sartika (kanan) pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga di Hotel JW Marriott Medan, Senin (11/2/).

Medan-andalas Industri perbankan Syariah di Indonesia diyakini terus berkembang dan barkontribusi memajukan perekonomian nasional. Pasalnya, banyak peluang dan potensi dapat dimaksimalkan, salah satunya berasal dari sektor pembiayaan.

Hal itu disampaikan Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga di Hotel JW Marriott Medan, Senin (11/2). Diskusi ini juga menampilkan Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean dan Regional Head Sumatera CIMB Niaga Maya Sartika guna membahas tantangan dan peluang perekonomian Indonesia di 2019, termasuk pada sektor perbankan Syariah.

"Hingga kini pembiayaan industri perbankan Syariah masih didominasi oleh sektor konsumer. Padahal perbankan Syariah memiliki potensi besar untuk turut serta dalam pembiayaan sektor korporasi,"kata Pandji.

Untuk menangkap peluang itu lanjut Pandji, Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) secara aktif bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyalurkan pembiayaan berskema syariah.

“CIMB Niaga Syariah tercatat sebagai satu-satunya UUS Bank BUKU IV di Indonesia. Posisi ini memberi keleluasaan bagi kami untuk berkontribusi dalam pembiayaan proyek-proyek berskala besar. Kami akan terus mengoptimalkan keunggulan ini untuk menangkap peluang pembiayaan Syariah di bidang infrastruktur di masa depan,"ungkap Pandji.

Hingga 30 September 2018, CIMB Niaga Syariah telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp24,1 triliun. atau tumbuh 62,5% year on year/yoy. Dari jumlah itu. segmen Business Banking yang antara lain menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek berskala besar seperti infrastruktur. memberikan kontribusi terbesar yaitu Rp15.1 triliun atau tumbuh 83.4% yoy.

Dijelaskan Pandji, selain menggarap sektor pembiayaan, perbankan Syariah juga diharapkan dapat mengidentifikasi beragam peluang bisnis lainnya serta mampu menghadapi berbagai tantangan antara lain masih reiatif rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan tonobut. Pertama, dari sisi literasi, CIMB Niaga Syariah akan meningkatkan program edukasi tentang perbankan Syariah kepada masyarakat. baik secara langsung maupun dengan memanfaatkan berbagai media.

Lalu, CIMB Niaga Syariah akan memaksimalkan keunggulan dimiliki untuk mengatasi tantangan dari sisi produk dan layanan. Sebagai bank menerapkan dual banking leverage model (DBLM), CIMB Niaga Syariah akan terus memanfaatkan keahlian SDM dan kelengkapan infrastruktur yang dimiliki bank induk untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan berkualitas.

“Kami ingin  nasabah merasakan pengalaman perbankan yang tidak kalah dari bank induk, baik dari sisi kualitas produk maupun layanan. Dengan menjaga customer experience  setara bank induk, maka preferensi nasabah terhadap bank Syariah akan lebih besar," ujar Pandji

Selain itu, Pandji menegaskan, CIMB Niaga Syariah bakal memperkuat positioning sebagai bank Syariah mengedepankan nilai-nilai universal, dapat melayani aspirasi semua segmen nasabah, baik loyalis. rasionalis. maupun konvensional.(Siong)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px