Log in

Pengusaha Tiongkok Ingin Bangun Peternakan Babi di Karo

Bupati Karo Terkelin Brahmana menerima kedatangan Effendi Hansen dan pengusaha Tiongkok, Hasan Kosasih Group PT Globalindo Investama Indonesia, terkait rencana investasi di Kabupaten Karo. Bupati Karo Terkelin Brahmana menerima kedatangan Effendi Hansen dan pengusaha Tiongkok, Hasan Kosasih Group PT Globalindo Investama Indonesia, terkait rencana investasi di Kabupaten Karo.

Kabanjahe-andalas Di tengah mewabahnya Hog Cholera atau kolera babi serta indikasi menjangkitnya ASF atau Flu Babi yang mengakibatkan ribuan ternak babi di beberapa daerah di Sumatera Utara mati, tidak menyurutkan pengusaha asal Tiongkok lewat bendara Hasan Kosasih Group PT Globalindo Investasi Indonesia untuk berinvestasi di bidang peternakan babi di Kabupaten Karo.

Hal itu terungkap ketika Effendi Hansen pengusaha asal Berastagi yang sukses di Jakarta menemani pihak calon investor menemui Bupati Karo Terkelin Brahmana SH,  Kamis  (7/11)  di ruang kerjanya di Kabanjahe.

Hansen menjelaskan, ada sejumlah alasan kuat sehingga pengusaha asal Tiongkok tersebut menemui Bupati Karo terkait rencana melakukan investasi di daerah pegunungan ini. Pertama, alamnya indah dan tanahnya subur. Kedua, bahan pakan ternak yang melimpah, karena Kabupaten Karo adalah daerah pertanian tertua di Sumatera Utara.

Ketiga, udaranya yang sejuk sepanjang musim, sungguh luar biasa. Keempat, jarak tempuh ke Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara relatif dekat. Dan kelima, banyak objek wisatanya yang indah dan menarik, ucapnya.

Atas pertimbangan lima alasan itu, sebenarnya bukan hanya peternakan babi saja yang berpotensi di daerah ini untuk dikembangkan. Banyak bidang lainnya di Kabupaten Karo yang menggiurkan dan prospektif untuk dibisniskan.

“Daerah ini segala-galanya lengkap, sangat berpotensi untuk berinvestasi, apalagi kalau Jalan Tol/Flyover Medan – Berastagi terwujud, daerah ini dan sekitarnya akan berubah menjadi surga investor,” simpul Effendi Hansen yakin.

Sebagai putera daerah, Effendi Hansen mengaku akan mengikuti dan mematuhi semua aturan yang ada. “Negara kita yang besar ini adalah negara hukum, mari kita semua tunduk dan menghormati hukum maupun segala aturan yang ada. Hanya saja, tolong keamanan berinvestasi agar menjadi prioritas pihak berwenang. Itu penting sekali. Itu agar digarisbawahi,” harapnya.

Dijelaskan, Hasan Kosasih Group meminta areal seluas 5 hektare untuk dibangun peternakan bagi dan tempat pakan ternak di atas lahan seluas 10 - 15 hektare. Pemkab Karo juga diharapkan dapat menyediakan infrastruktur jalan (aspal hotmix sampai lokasi pabrik). "Infrastruktur salah satu penilaian penting, di samping faktor keamanan dan perizinan yang mudah sesuai ketentuan," tegas Hansen.

“Pihak investor serius dan telah menyiapkan modal kerja, teknologi, pemasaran serta pengembangan usaha untuk pemberdayaan masyarakat sekitar,” tuturnya meyakinkan.

Menyahuti keinginan Hasan Kosasih Group membangun peternakan babi di Kabupaten Karo tersebut, Bupati Terkelin Brahmana didampingi Kepala Dinas Pertanian Ir Metehsa Purba dan Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, menyambut hangat dan mengapresiasinya.

“Sejak dilantik menjadi Bupati Karo, saya sangat welcome kepada investor. Daerah kami terbuka bagi siapa saja, sepanjang tujuannya positif dan ikut membangun, kami akan membantu,” tegas Bupati.

Tentunya, di tengah ancaman merebaknya virus babi di Sumut sehingga membuat pengusaha ternak babi dan pelaku rumah makan kuliner mengeluh rugi dan terancam bangkrut, kedatangan Hasan Kosasih Group untuk berinvestasi di bidang peternakan babi tentunya akan menjadi spirit dan pendorong semangat kepada masyarakat agar tetap semangat menjalankan usaha mereka.

Sebelumnya, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Kementan RI, Fadjar Sumping Tjatur Rassa, baru-baru ini menegaskan, virus kolera babi dan virus demam babi Afrika tidak menjangkiti manusia. “Untuk itu, masyarakat diimbau tidak perlu panik, apalagi sampai fobia terhadap babi,” ucapnya.

Dari penuturan Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan, virus yang menyerang ternak babi di Sumatera Utara saat ini tidak dapat menular terhadap manusia.

“Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Sumatera Utara saja, atau bahkan di Indonesia. Di negara Republik Rakyat Tiongkok, virus African Swine Fever juga sedang mewabah saat ini," ungkapnya. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px