Log in

Pengelola E-Waroeng di Batu Bara Resah

Sekretaris Gempar Batu Bara Darman saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (1/4/2020) Sekretaris Gempar Batu Bara Darman saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (1/4/2020)

Batu Bara-andalas Sejumlah pengelola e-Waroeng di Batu Bara akhir-akhir ini resah diduga karena ada intervesi dalam pengadaan bahan sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Padahal mengacu Pedoman Umum (Pedum) yang diterbitkan Kementerian Sosial RI, bantuan sembako yang dahulu disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) langsung dimasukkan ke rekening penerima manfaat di Bank Mandiri melalui KPM.

Kemudian penerima KPM belanja ke e-Waroeng yang telah ditentukan di masing- masing desa atau kelurahan. Berdasarkan Pedum juga ditetapkan pengelola e-Waroeng dalam pengadaan atau belanja sembako tidak boleh diintervensi baik oleh Bank Mandiri maupun Dinsos.

Namun fakta yang ditemukan di lapangan di Kabupaten Batu Bara ternyata pengelola e-Waroeng tidak leluasa belanja ke tempat yang dikehendakinya. Pengelola e-Waroeng yang berjumlah 154 di Kabupaten Batu Bara diduga diintervensi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka diduga diarahkan untuk berbelanja kepada oknum tertentu.

Gerakan Menyampaikan Amanat Rakyat (Gempar) Batu Bara melalui Sekretarisnya Darman menjelaskan temuan tersebut kepada sejumlah wartawan di warung Wapres di Lima Puluh, Batu Bara, Rabu (1/4/2020). Ditemukan juga pada bulan Januari dan Februari 2020, bantuan jenis kacang hijau, telur dan sayuran. Anehnya KPM seharusnya menerima 10 butir namun KPM hanya menerima 8 butir saja.

Begitu juga dengan kacang hijau, pada Januari KPM tidak menerimanya. Mereka baru menerimanya bulan Februari 2020. Berdasarkan temuan tersebut sebelumnya wartawan telah meminta konfirmasi ke pihak Dinsos Batu Bara,  yang diterima langsung Kadis Sosial Batu Bara Ishak Liza didampingi Sekretaris Yandi dan Parlindungan Gultom, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Batu Bara.

Saat itu Kadis mengaku tidak ada regulasi atau landasan hukum pemberian hak kepada pihak tertentu untuk menyuplai bahan sembako kepada pengelola e-Waroeng. Diakui Ishak Liza, sejak Januari 2020 ada beberapa pihak yang menyuplai bahan sembako ke e-Waroeng. Namun Ishak berkilah itu dilakukan karena Bulog tidak mampu memenuhi permintaan e-Waroeng.

“Bulog menyatakan tidak mampu memasok beras sehingga agar penerima KPM dapat belanja ke e-Waroeng pihaknya menyetujui permintaan BUMD dan pihak lain untuk memasok bahan sembako,” kilah Ishak. Terkait kurangnya jumlah telur dan tidak tersedianya kacang hijau pada Januari 2020 dengan enteng Kadis Sosial Ishak Liza berujar nanti akan diganti.

“Telur yang kurang akan kita ganti sedangkan kacang hijau yang tidak diterima Januari telah kita gandakan pada bulan Februari lalu,” ujar Ishak. Hingga hari ini terdapat 7 kecamatan yang belum merealisasikan sembako jatah Maret 2020 kepada KPM. “Ini akan kita ungkap ternyata biang keroknya adalah surat penundaan perealisasian yang ditandatangani oleh Kadis Sosial,” ketus Darman.

Sekadar informasi, untuk penyaluran PKH dari pemerintah mulai September 2018 sampai akhir 2019, jumlah saldo per KPM (Kartu Penerima Manfaat) Rp110. 000, dengan mendapatkan 1 karung beras isi 10 kg. Kemudian terhitung mulai bulan Januari sampai Februari 2020, saldo per KPM meningkat menjadi Rp150.000. Setiap KPM mendapatkan 10 kg beras, 10 butir telur, 1 kg labu jipang, dan 1/2 kg kacang hijau. Selanjutnya terhitung Maret hingga Agustus 2020 saldo per KPM menjadi Rp200.000. Setiap KPM mendapat beras 10 kg, telur 1 papan 30 butir, 1 kg kacang hijau, dan ditambah 1 kg kentang. (SUSI)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C